Wednesday, March 9, 2016

Review Novel Nero (Made Man #1) by Sarah Brianne

Berbulan-bulan baca buku tanpa memikirkan untuk membuat reviewnya lagi, bikin saya terbata-bata ketika membuat review ini.

Whateverlah.... lebih baik terbata-bata daripada terbatako-batako (sumpaaaah garing banget. Maaaaaf. Saya tidak tau apa yang terjadi pada diri saya) 😝

Yasudahlah, kali ini saya akan mereview bukunya Sarah Brianne yang berjudul NERO. Pertama kali denger judulnya sih, what the hell?! Nggak ada nama lain apa? Mungkin karena kata 'NERO' di Indonesia diidentikkan dengan sebuah geng motor pembawa kerusuhan bin bencana, makanya jadi sedikit memberikan pengaruh yang kurang mengenakkan pada awalnya. Tapi karena waktu itu saya kehabisan bahan bacaan, maka dengan 'terpaksa' saya membaca chapter pertama buku ini.... dan tidak bisa berhenti.




Okay, let's start right now!

Sinopsis :

Nero is the king of Legacy Prep, living a life of power.
Elle is the school’s punching bag, living a life of fear.
The only good girls Nero knows jump in his bed when he tells them to.
The closest Elle has come to a bad boy like him is in the cafeteria line.
The mob boss gave him orders to find out what she knows.
Her mouth is sealed.

I just want to be a fu**ing made man.
I’m just a fu**ing waitress.

-----------------------------------------------------

Elle dikenal sebagai "punching bag" di sekolahnya. Di bully sana-sini. Elle bertahan di sekolah tersebut hanya karena temannya Chloe (no spoiler, maaf). Suatu malam, saat Elle akan berangkat kerja (dia punya kerja sampingan sebagai pelayan toko), di pertengahan jalan ia melihat seorang laki-laki dibunuh di depan matanya. Elle pun kabur, memutuskan untuk pura-pura tidak mengetahui insiden itu. Namun sayangnya si pembunuh adalah geng mafia kelas kakap yang tidak ingin mengambil resiko jaringan mafianya terungkap ke publik.




Di sekolah, tiba-tiba Nero, cowok keren yang jadi incaran cewek satu sekolahan tiba-tiba membelanya saat dia di bully. Elle pun curiga, karena sebelumnya Nero nggak pernah ngomong bahkan untuk sekedar say hello padanya. Sikap Elle yang takut-takut tapi pengen kenal dekat bikin Nero semakin penasaran... dan Nero yang tiba-tiba jadi superhero kesiangan bikin Elle jadi gelisah galau merana eaak...

Tapi setiap kisah tidak terjadi karena kebetulan. Kenapa Nero tiba-tiba mendekati Elle? Bagaimana nasib Elle ketika geng mafia tidak ingin melepaskan Elle begitu saja?

Selamat membaca!

No comments:

Post a Comment

Ayo dikomentarin... :)