Monday, October 26, 2015

Kuliah Dengan Beasiswa Di Politeknik Negeri Batam? Tentu Bisa!



Mendapatkan beasiswa ketika kuliah menjadi daya tarik sendiri bagi banyak mahasiswa. Bagaimana tidak, kesempatan untuk berkuliah dengan biaya tersubsidi bahkan sampai gratis tentunya sangat menggoda. Uang yang telah disisihkan untuk membayar kuliah bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain yang lebih mendesak tanpa harus bingung memikirkan uang semesteran, atau bahkan, bisa digunakan sebagai modal usaha kecil-kecilan yang jika berhasil tentunya bisa meningkatkan level ekonomi yang bersangkutan. Bagi yang hidup dalam kondisi ekonomi kurang beruntung, beasiswa juga bisa menjadi angin segar harapan untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus dibayangi ketidakmampuan ekonomi keluarga untuk membiayai.

Saya beruntung sekali, bisa menjadi mahasiswa Politeknik Negeri Batam. Kampus saya sangat mendukung mahasiswanya untuk berkembang, dan murah hati memberikan banyak beasiswa sebagai penyemangat mahasiswanya untuk terus semangat belajar dan berprestasi. Sewaktu saya pertama kali mendaftar kuliah melalui jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan) pada awal tahun 2012, saya mendapatkan beasiswa berupa pengurangan uang masuk hingga 1,5 juta rupiah. Lebih dari setengah dari biaya seharusnya. Ketika saya sudah memasuki semester 3, saya diberi kesempatan untuk menjadi salah satu penerima beasiswa Perintis selama 6 bulan berturut-turut, beasiswa tersebut adalah hasil kerja sama Politeknik Negeri Batam dengan pihak ke-3 yaitu Salman ITB. Dan tahun lalu saya juga diberi kesempatan untuk mendapat beasiswa ketika berhasil menjadi juara 2 dalam lomba animasi tingkat nasional. Beasiswa tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi Politeknik akan prestasi mahasiswanya.

Ketiga beasiswa tersebut hanya sebagian kecil yang ditawarkan kampus saya untuk diraih. Beberapa teman yang menjadi ketua dalam Unit Kegiatan Mahasiswa juga diberikan beasiswa oleh kampus sebagai bentuk penghargaan atas keaktifan dan komitmen mereka dalam menjalankan organisasi kampus, lalu ada juga beasiswa Prestasi yang diberikan setiap semester bagi yang memiliki IPK tinggi. Selain itu, yang tak pernah kalah menjadi incaran, adalah beasiswa Bidikmisi, yang diberikan oleh kampus kepada mahasiswa kurang mampu namun berpotensi tinggi untuk maju dan berprestasi. Beberapa teman yang mendapatkan beasiswa ini sepenuhnya dibebaskan dari biaya kuliah, diberikan asrama di area kampus, bahkan diberikan uang saku bulanan sehingga sangat meringankan penerimanya. Teman-teman penerima Bidikmisi tersebut juga tidak hanya berasal dari Batam saja, namun dari berbagai daerah diseputar Batam seperti Tanjung Pinang, Tanjung Balai, Bintan dan daerah lainnya.

Beasiswa lain hasil kerjasama kampus dan industri di Batam juga patut untuk diincar. Rasanya, tak ada slot-slot yang tidak bisa diisi untuk mendapatkan beasiswa di kampus saya, selama memiliki keinginan yang kuat dan terus menunjukkan potensi baik dalam dunia akademik dan nonakademik, saya yakin Politeknik akan dengan senang hati memberikan dukungannya dalam bentuk beasiswa. Semoga, beasiswa-beasiswa dari Politeknik ini dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa Politeknik Negeri Batam untuk terus berprestasi untuk masa depan yang lebih cemerlang :)


Allah Maha Besar



Bismillahirahmanirahim...
Rasanya ingin melupakan saja, tapi deg-degan dari siang tadi tak kunjung-kunjung bisa hilang. Minggu lalu, dengan berani aku mendaftarkan diri di program Fellowship ke Amerika selama lima minggu. Semua aku lakukan dengan niat yang menggebu, mulai dari memberanikan diri untuk pertama kalinya meminta surat rekomendasi dosen, menulis essay dengan batasan 250 kata yang ternyata penuh tantangan, mengisi folmulir dengan hati-hati, lebih teliti dari apapun sebelumnya dan juga berdoa dan mencoba menyerahkan segala keputusan di tangan Allah. Aku sudah belajar bahwa ketika kita terlalu percaya diri sampai menjadi sombong, rasa percaya diri justru menjadi jebakan, menjadi duri di kejatuhan yang sangat sakit ketika gagal.

 Aku mencoba menjadi orang yang lebih tenang dan ikhlas ketika menginginkan sesuatu. Sampai tadi siang di waktu yang tak terduga itu, sebuah telpon dari nomer asing datang. Dan ketika aku angkat aku disapa oleh Mbak-mbak berbahasa inggris yang ternyata dengan mendadak menginterviewku tanpa pemberitahuan lebih dulu. 

Ya Allah! Berkecamuk rasanya di dalam benak ini. Senang karena menjadi salah satu shortlist yang dipertimbangkan. Namun gugup setengah mati tak ada persiapan. Tergagap sana-sini dan tak menjawab dengan jawaban yang pintar dan meyakinkan. Bahasa inggris yang masih belepotan ternyata bisa jadi lebih berantakan lagi :(. Sekarang tinggal menunggu keputusan. Terima kasih ya Allah, setidaknya satu kesempatan wawancara tadi menunjukkan keridhoan dan kebesaranmu di tengah-tengah essay yang amatiran, di antara pengalaman dan pengabdian yang masih minim. Keputusanmu adalah yang terbaik bagiku. Jika seleksi ini gagal, berikanlah kekuatan untukku untuk ikhlas dan tenang, karena aku percaya bahwa kau pasti mendengar setiap doa walaupun waktu dikabulkannya hanya menjadi misterimu. Jika berhasil, terima kasih ya Allah atas kesempatan langka ini. Terima kasih atas kemurahanmu dan jauhkanlah aku dari kesombongan dan kekufuran. Amin ya Allah ya Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang maha adil, maha berkuasa dan maha pemberi keputusan.

Saturday, July 25, 2015

Bayar Kuliah Nggak Perlu Antri Lagi Dengan SPC BNI ATM!



Salah satu kewajiban saya sebagai seorang mahasiswa tentunya adalah membayar kewajiban tiap semester alias membayar uang kuliah. Biasanya, saya harus datang ke bank di hari kerja, lalu mengisi form khusus universitas, kemudian pergi ke teller dan menyetorkan sejumlah uang yang telah ditentukan.  Lalu transaksi selesai, yang ditandai dengan diberikannya slip transaksi dan ucapan terima kasih yang ramah dari petugas bank. Mudah kan? Mudah memang. 

Tapi, banyak faktor-faktor lain yang membuat proses pembayaran tersebut jadi sedikit tidak mudah. Misalnya, saat tanggal-tanggal muda dan banyak yang ingin menabung di bank, kita terpaksa harus mengantri. Memang tidak ada salahnya mengantri, tapi terkadang proses mengantripun harus terhambat dengan beberapa kegiatan mendesak seperti mengantarkan saudara ke rumah sakit, atau ada jadwal rapat organisasi kampus yang tidak bisa ditinggalkan. Sok sibuk banget? Memang iya! Tapi buktikan sendiri, kesibukan-kesibukan kecil seperti itu justru terkadang membuat kita jadi malas pergi ke bank untuk sekedar membayar tagihan. Karena selalu ada alasan; “Bisa besok kok!”, “Masih lama deadline-nya.”, pokoknya banyak sekali alasannya!


Lalu, muncul sistem pembayaran terbaru di kampus saya. Sistem tersebut diberi nama SPC BNI ATM, atau Student Payment Center BNI ATM, yaitu sistem dimana saya bisa membayar tagihan uang semester menggunakan ATM BNI. Awalnya, saya sempet takut. Beneran bisa atau enggak ya? Kalau sistemnya error bagaimana? Atau nanti sudah dibayar tapi nanti malah tidak terdata. Namun berbekal rasa penasaran, dan panduan lengkap mengenai cara pembayarannya pun sudah ditayangkan dengan lengkap di televisi yang ada di lobi kampus, sayapun memberanikan diri mencoba SPC ATM BNI tersebut. 

Di ATM, kita harus memasukkan kartu dan pin terlebih dahulu seperti biasanya, lalu pada pilihan transaksi, kita memilih opsi MENU LAINNYA, kemudian pilih opsi PEMBAYARAN, setelah itu masuk ke menu UNIVERSITAS, dan selanjutnya memilih kembali menu STUDENT PAYMENT CENTER, nah pada isiannya, kita harus memasukkan kode universitas diikuti dengan NIM (Nomer Induk Mahasiswa), jadi kode universitas saya (Politeknik Negeri Batam) adalah 9059 dan NIM saya adalah 4311201031. Sehingga format pengisiannya hanya dengan mengetikkan 90594311201031. Selanjutnya, data diri kita akan muncul di layar. Setelah memastikan informasi tersebut benar merupakan data diri kita (jangan sampai salah bayar hehehe), maka kita hanya perlu memilih opsi benar. Dan selesai sudah! Slip tanda transaksi kita sudah berhasil akan muncul sebagai bukti pembayaran yang sah. Mudah kan? Mudah sekali! Ditambah kita tidak perlu antri lama di bank, bisa melalui ATM mana saja yang paling dekat dari rumah atau dimanapun kita berada, dan tidak perlu ke kampus lagi untuk konfirmasi pembayaran karena sistemnya sudah terhubung dengan kampus sehingga otomatis siapapun yang membayar melalui SPC sudah terekap datanya secara otomatis.

Sebagai nasabah setia BNI, rasanya menyenangkan sekali sekarang ini BNI telah banyak memberikan pelayanan-pelayanan yang mempermudah nasabah melakukan transaksi. Seperti contohnya SPC ini, yang mempermudah saya dan tentunya teman-teman mahasiswa lain dalam membayar uang kuliah. Dan komitmen BNI untuk bekerja sama dengan banyak kampus, terutama kampus saya, juga patut diacungi jempol. Segala urusan per-bank-an jadi terasa lebih mudah seperti saat saya mendapatkan beasiswa, proses pencairannya mudah. Dan pengalaman menjadi bendahara organiasi yang membuat saya harus memegang rekening  organisasi juga tidak ribet dalam urusan administrasinya. Pokoknya, saya sangat senang karena pengalaman saya bersama BNI selalu diisi dengan kemudahan, kenyamanan dan kepuasan! J

Sunday, July 5, 2015

Tak Berhenti Di Sini

Hidup harus punya tujuan. Itulah kata-kata motivasi pribadi yang selalu terpatri dalam benak gue setiap kali putus asa dan bingung mau ngapain ketika menjalani hidup ini.

Eilaah, mungkin kedengaran lebai, tapi semakin dewasa gue, semakin gue menyadari bahwa tanpa tujuan bikin hidup jadi buntu.

Awal-awal masuk kuliah, gue sempet ngerasain hidup buntu karena merasa salah jurusan. Rasanya cita-cita, passion dan harapan dibuang begitu saja ke tempat yang jauh tak tergapai lagi. Untuk pertama kalinya dalam hidup, gue merasa salah langkah. Walaupun IPK lumayan dan bisa mengukir beberapa prestasi, rasanya tetap bagai sayur tanpa garam, hambar. Walaupun banyak yang bilang, "Banyak yang kerjanya nggak sama lho sama jurusan kuliahnya...", "Nggak pa-pa, jalanin aja. Masa depan sudah ada garisnya..." Rasanya tetap nggak bisa menghapus penyesalan ini.

 Tapi kemudian, untuk pertama kalinya sejak gue kehilangan semangat beberapa tahun lalu, gue menemukan lagi satu tujuan, yaitu sebuah beasiswa master, yang sedang gue perjuangkan mati-matian diam-diam.

 Gue merasakan kembali rasanya gimana waktu yang berjalan terasa cepat, rasanya punya sesuatu yang bisa jadikan doa setiap kali gue menghadap Allah, rasanya ingin mengembangkan dan memperbaiki diri hingga menjadi orang yang layak untuk menerima berkah itu, bukan hanya menjadi orang yang beruntung.

 Tentunya, di masa depan pasti tak akan mentup kemungkinan gue masuk ke pintu kegagalan, tapi setidaknya kalau kemungkinan terburuk itu datang, gue masih diberi kesempatan Allah untuk hidup dalam semangat selama dua tahun belakangan ini, nggak terus-terusan terkubur dalam kegalauan. :) Good night ☺

Saturday, July 4, 2015

Bukan Dongeng Sebelum Tidur



Kita melihat, tapi tak bicara 
Kita berpapasan, tapi tak menyapa
Kata teman-temanku biarkan saja, 
senyummu pasti berlalu seiring waktu
Seperti arus menghapus coretan nama di pasir laut

Tapi apa harus begini jadinya? 
Perasaan menggebu hilang begitu saja tak terkatakan 
Rasanya seperti melukis di awan indah tapi sia-sia dihapus hujan 

Lalu harus bagaimana? 
Mencoba berjalan maju membawa serpihan-serpihan yang bahkan tanpa kenangan, berharap hilang ingatan dan menjadi setegar denting detik jam tua yang tak akan memutar kembali masa lalu

Atau terjebak sendiri, disini, bersama harapan dan doa-doa yang buta seperti bermimpi?

Friday, July 3, 2015

Review Novel Obsidian by Jennifer L . Armentrout

Halooooo.... Apa kabar? Lama bingoo nggak update blog ini. Lama-lama kangen juga nulis-nulis sedikit review buat nambahin referensi kalian sebelum baca buku. Hehehe Kebetulan gue lagi gandrung banget sama buku-buku romantis yang ada fantasi-fantasinya gitu. Nah, makanya kali ini gue mau ngereview bukunya Jennifer L. A yang judulnya Obsidian, novel yang bercerita tentang kisah cinta manusia dan alien. Sebenernya buku ini punya beberapa series, tapi untuk kali ini gue bakalan review buku pertamanya dulu.




Judul : Obsidian (Lux #1)
Author : Jennifer L. Armentrout
ISBN : ISBN 1620610078 (ISBN13: 9781620610077)
Edisi : English Paperback, (Mei 2012) by Entangled Teen
Genre : Urban Fantasy, PNR, YA, Science-Fiction

Starting over sucks.

When we moved to West Virginia right before my senior year, I'd pretty much resigned myself to thick accents, dodgy internet access, and a whole lot of boring.... until I spotted my hot neighbor, with his looming height and eerie green eyes. Things were looking up.

And then he opened his mouth.

Daemon is infuriating. Arrogant. Stab-worthy. We do not get along. At all. But when a stranger attacks me and Daemon literally freezes time with a wave of his hand, well, something...unexpected happens.

The hot alien living next door marks me.

You heard me. Alien. Turns out Daemon and his sister have a galaxy of enemies wanting to steal their abilities, and Daemon's touch has me lit up like the Vegas Strip. The only way I'm getting out of this alive is by sticking close to Daemon until my alien mojo fades. 



Jadi, kisah bermulai ketika Katy Swartz pindah ke West Virginia setelah ibunya bercerai dan ingin memulai kehidupan baru. Di kota itu, Katy bertetangga dengan 2 orang kakak adik yang misterius, Daemon dan Dee Black, yang juga merupakan teman satu sekolah Katy. Pertemuan mereka dimulai ketika Katy mampir ke rumah tetangga barunya untuk menanyakan alamat. Sayangnya, bukan keramahtamahan ala kota kecil yang diterimanya, Katy justru dimarahi habis-habisan oleh Daemon tanpa alasan. Tapi gimanapun, Katy nggak bisa menyangkal, walaupun Daemon serem, Daemon bener-bener ganteng walaupun memiliki mata yang aneh karena berwarna hijau sangat terang hingga kelihatan bersinar. 

Walaupun hubungan Katy dengan Daemon tidak berjalan dengan baik, hubungan Katy dengan adik Daemon, Dee Black, berjalan sangat baik. Bahkan Dee sudah menganggap Katy sebagai the best friend ever yang pernah dia miliki. Dee pula yang selalu membela Katy setiap kali Katy dibully oleh Daemon.


Namun, kondisi kehidupan Katy yang adem ayem berubah total waktu dia tiba-tiba diserang oleh orang tidak dikenal yang super kuat hingga terluka parah. Untungnya, dia diselamatkan Daemon tepat pada waktunya. Dari situ, Daemon mulai dekat dengan Katy. Namun kedekatan itu justru membuat Katy merasakan banyak hal-hal ganjil yang membuat Katy curiga bahwa Daemon bukan manusia biasa. Karena Daemon bisa mengendalikan angin, menghentikan waktu untuk menyelamatkan Katy ketika hendak ditabrak truk dan bisa menyelam tanpa bernapas dalam waktu yang lama. 


Nah biar nggak spoiler, akhirnya konflik demi konflik berdatangan yang membuat Katy tau bahwa  Daemon adalah seorang Luxen. Alien berbentuk cahaya yang terdampar ke bumi setelah planetnya dihancurkan. Dan yang menyerang Katy adalah alien juga, namun dengan jenis yang berbeda yaitu Arum, musuh bebuyutan Luxen yang tujuan hidupnya cuma satu : menghancurkan Luxen sampai tak tersisa.



Review :

Kereeeen! Ceritanya, gaya bahasanya, apalagi karakternya! Daemon Black bener-bener seorang the best bookboyfriend ever. Terutama kalau sudah baca buku ini sampai series terakhirnya, setiap karakter dibuat sangat kuat, dan humor-humor sinis yang sering dilontarkan setiap karakter membuat buku ini semakin menarik. 

Hubungan Katy-Daemon juga berjalan sangat manis. Aah seru deh baca adegan buli-bulian yang dilakukan Daemon dan sedih-sedihnya Katy 

Walaupun, secara sepintas gue melihat bahwa buku ini kok agak mirip Twilight yaa... But whateverlah, karena gue fans berat Twilight Saga jadi no problemo deh. 

Ngomong-ngomong, buku ini sudah mau difilmkan lho! Nggak sabar untuk tau siapa sih yang dipilih untuk memerankan Katy Swartz dan Daemon Black :)


Ps. Maaf kalau postingannya kurang rapi. Hehehe bikinnya dari hp nih

Saturday, March 28, 2015

Jogja Nggak Ada Matinya!

 Menjelajahi Indonesia emang nggak ada matinya, karena Indonesia punya banyak sekali destinasi wisata yang luar biasa!

Biasanya jangkauan travelling saya adalah pulau-pulau di sekitaran kota Batam seperti Sembulang dan penyengat atau kota kelahiran ayah ibu saya di Semarang atau Kediri. Tapi, November lalu, saya punya kesempatan untuk mengunjungi salah satu kota yang sangat terkenal di Indonesia, yaitu Jogjakarta. Kota ini memang jadi salah satu tempat yang pengen banget saya datangi. Saya penasaran banget sama suasana kota yang katanya "kota pelajar" dan "kota budaya" ini, terutama setelah saya mendapatkan oleh-oleh Bakpia super enak beberapa tahun lalu dari saudara saya yang kebetulan berasal dari Jogja, saya ketagihan bakpia Permirsah!

Ketika saya sampai di Jogja, destinasi pertama saya jelas Candi Borobudur! Walaupun letaknya sebenarnya di wilayah Magelang, tapi Borobudur adalah salah satu tujuan utama para pelancong Jogjakarta, tidak terkecuali saya yang kepengen melihat secara langsung megahnya salah satu warisan dunia yang sangat terkenal ini. 

Untuk masuk ke Borobudur, wisatawan diharuskan membeli tiket terlebih dahulu di loket. Biayanya sekitar Rp.30.000. Kita akan diberikan kartu yang harus kita kembalikan ketika kita akan pulang nanti.

penampakan kartunya

Memasuki Wilayah candi, kita akan diberikan sarung batik  yang wajib kita pakai selama kita berada di sana. Usut punya usut, sarung bermotif khusus ini digunakan sebagai upaya untuk melalukan "batiknisasi" alias pengenalan batik kepada masyarakat, terutama pengunjung candi Borobudur. Lucunya, katanya pemerintah Jogja seringkali kewalahan mengurusi masalah sarung-sarung yang sering hilang karena tidak dikembalikan oleh pengunjungnya. *Jangan sinis sama saya, sarungnya saya balikin kok!*

Selain candi, pemandangan yang ada di sekitarnya juga sangat indah. Karena daerah ini dekat dengan gunung Merapi. Alamnya masih terbilang cukup asri dengan pemandangan hijau dimana-mana dan udara yang cukup bersih.







Saya pakai sarung batiknya. Kelihatan kurusan ya kan?

Setelah capek foto-foto pemandangan sana-sini, saya mengunjungi tempat penjualan souvenir yang ada di sekitaran candi. Jadi, ada komplek khusus di kawasan candi Borobudur ini yang dijadikan semacam pasar yang digunakan masyarakat sekitar untuk menjual souvenir ataupun makanan dan minuman ringan kalau kita haus setelah melakukan perjalanan keliling candi. 

Karena waktu itu saya sudah dipalakin banyak orang yang minta oleh-oleh, sayapun memutuskan untuk membeli gantungan kunci dan gelang-gelang kayu yang dijual dengan harga miring. Jangan kaget ketika kita datang ke pasar ini, anda langsung didatangi oleh banyak penjual yang memohon-mohon barangnya dibeli. Tips dari saya untuk kalian yang mau belanja oleh-oleh dengan harga murah, jangan malu nawar pakai sadis! Awalnya saya dikasih harga Rp.3000 an per gantungan kunci, tapi saya dikasih tips oleh salah satu kenalan, kalau nawar barang, terutama souvenir harus lebih dari 50%. Jadi iseng saya bilang Rp.1000 aja ya satunya. Eh yang mengejutkan, penjualnya langsung bilang iya. Saya pun akhirnya jadi memborong sebesek penuh gelang-gelangan kayunan murah ini. Selain gelang dan gantungan kunci, di pasar ini juga dijual minatur candi  yang bisa dibeli dengan harga Rp. 10.000 (harga mati tawaran sadis saya) dan baju-baju batik dengan harga yang murah.


Setelah puas mengunjungi candi Borobudur, saya langsung menuju tempat wisata lain di Jogja, yaitu Sultan Palace alias Keraton Jogjakarta. Tempat tinggal Sri Sulan Hamengkubuwono ini adalah tempat yang sesuai untuk kalian yang ingin mengenal Jogjakarta juga.

Untuk masuk ke keraton, kita akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 5000. Kalau kita ingin mengambil foto dengan gadget/kamera, kita harus membayar Rp. 1000 lagi tiap kamera. Disamaratakan harganya baik yang menggunakan kamera HP biasa ataupun DSLR dan nanti tiket tambahan untuk bayar kameranya ini harus ditempel/digantung di kamera kita.



Keraton
Menjelajahi Keraton sebenarnya tidak beda jauh dengan mengunjungi museum. Kita akan diajak berkeliling melihat-lihat benda bersejarah di kota ini seperti kamera-kamera lama, wayang, dan tentu saja batik yang dipajang di banyak ruangan! Sayangnya ada beberapa spot di Keraton yang dikeramatkan, jadi tidak boleh diambil fotonya. Salah satu tempat yang dikeramatkan tersebut adalah Museum Batik. Tapi yang membuat saya penasaran dengan museum batik bukan hanya koleksi batik asli nan bersejarah yang dipajang di sana-sini, tapi juga adanya sebuah sumur yang dipenuhi banyak koin. 

Karena penasaran, saya pun bertanya kepada Abdi Ndalem yang kebetulan berjaga di museum tersebut, katanya, sumur tersebut sebenarnya berada di luar. Tapi karena diadakan perluasan bangunan keraton, maka akhirnya sumur tersebut berada di dalam gedung. Namun budaya Jawa melarang kita untuk menutup sumur karena diibartkan sebagai penutup rejeki, makanya sumur di dalam museum tersebut dibiarkan terbuka dan hanya di beri kawat sebagai pembatas. Nah kenapa banyak koin di dalamnya? Kata si Abdi, banyak pengunjung yang percaya kalau kita melemparkan uang koin ke dalam sumur maka rejeki kita akan lancar. Tentu saja, itu cuma mitos. Makanya keraton melarang pengunjung untuk melemparkan koin ke dalam sumur.



Untuk masalah makan, kemanapun kita pergi, rasanya nggak lengkap kalau tidak mencoba makanan khas dari daerah tersebut. Kalau untuk gudeg, kita bisa menemukannya di mana saja di Jogja, mulai dari pinggir-pinggir jalan sampai restoran yang menyediakan Gudeg. Selain Gudeg, makanan yang nggak kalah terkenal adalah Bakpia. Di Jogja, Bakpia yang paling dikenal adalah Bakpia Pathuk. Penasaran kenapa namanya Pathuk? Saya diajak berkunjung oleh supir mobil sewaan untuk mengunjungi sebuah daerah bernama Pathuk yang ternyata merupakan markasnya para pembuat bakpia. Jadi Bakpia Pathuk itu diambil dari nama tempat di Jogja.

bakpia
Sebenarnya, masih banyak tempat wisata lain di Jogja yang ingin saya kunjungi. Tapi saya cuma punya waktu terbatas waktu itu. Hehehe Tapi yang jelas rasanya saya nggak pengen pergi dari Jogja. Satu hal yang paling membuat saya terpesona adalah keramah tamahan warganya, kotanya yang lumayan bersih dan budaya yang masih terpelihara dengan baik. Selain itu, Jogjakarta juga membuka mata saya, bahwa Indonesia sangat luar biasa! Ndeleng maneh, Jogjakarta! :)

Jurnal ini ditulis dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Jurnal Perjalanan dari Tiket.com dan nulisbuku.com #MenikmatiHidup #TiketBaliGratis

Sunday, February 22, 2015

Indonesia Kaya Cerita dan Budaya, Kenapa Tidak Bangga?

Tahun lalu, saya dan teman-teman saya mendapatkan tugas Proyek Akhir dari kampus untuk membuat sebuah film animasi 2 Dimensi bertema "Kearifan Budaya Lokal Kota Batam" dengan durasi sekitar 5 menit. Pada awalnya, saya sempat bingung untuk mencari cerita apa untuk diangkat, karena cerita-cerita rakyat yang kerap saya dengar hanya sebatas pada Bawang Merah Bawang Putih, Timun Emas, Malin Kundang atau Sangkuriang yang ada di hampir seluruh buku Bahasa Indonesia ketika saya SD, ditambah cerita-cerita tradisional melayu seperti Hang Tuah dan Mak Joyah yang saya pelajari ketika belajar Arab Melayu. Tidak ada yang dari Batam.

Saya tidak menyadari, sampai saya melakukan studi pustaka, bahwa sebuah kota kecil, yang lebih terkenal dengan industrinya daripada budayanya seperti Kota Batam, ternyata memiliki banyak cerita rakyat dan cerita sejarah. Saya terkejut menyadari bahwa Sungai Ladi, tempat yang biasa dipakai kemping Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Batam ternyata pada dongengnya, terjadi karena air mata seorang istri yang ditinggal mati suaminya. Bahkan sebuah daerah yang saat ini terkenal dengan tempat hiburan dan pusat perbelanjaan, yaitu Jodoh, ternyata pada zamannya adalah sebuah sungai yang mempertemukan gadis yatim piatu dengan seorang pangeran yang dikutuk menjadi ular.


Jodoh - source

Saya terkejut, bangga sekaligus malu menemukan fakta yang baru saya ketahui tersebut. Tentunya, dikejutkan karena cerita-cerita yang saya tidak pernah tau ternyata ada, dengan kisah-kisah yang sangat bagus dan menarik untuk disimak dan dipelajari, dan bangga karena mengetahui Indonesia lebih kaya daripada apapun yang pernah saya  bayangkan sebelumnya.

Jika satu pulau saja punya banyak cerita dan sejarah, berapa banyak cerita lagi yang belum diketahui keberadaannya?  Atau mungkin ironisnya tidak dikenal masyarakat yang bahkan tinggal di daerah tersebut? Ada pulau Selayar, Pulau Sambu, Pulau Kasu, dan ribuan pulau untuk digali kearifan budayanya, dikenalkan sejarahnya, dan dicintai karenanya. Disamping itu, cerita-cerita rakyat tersebut, menjadi cerminan negara Indonesia yang kaya kebudayaan daerah dari sabang sampai merauke, yang menjadikan Indonesia salah satu pusat kebudayaan dunia. Ditambah lagi, cerita rakyat tersebut tentunya memiliki pesan-pesan kearifan yang sangat patut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dijadiikan bahan pembelajaran. Karena pada dasarnya, kebanyakan cerita rakyat mengajarkan kita bagaimana untuk hidup menjadi manusia yang lebih baik. Seperti Malin Kundang yang mengambil pesan agar kita lebih menghargai ibu kita, atau Ketam Buan dan Ugui yang mengajarkan bahwa hidup dalam ketamakan akan mendatangkan petaka.

Lalu, kenapa saya merasa malu? Saya malu karena tak membuka mata lebih cepat mengenai hal ini. Sebagai penerus bangsa, saya dan teman-teman seharusnya lebih mengenal budaya Indonesia, lebih peka dan peduli terhadap arus globalisasi yang berdampak pada pergeseran budaya.

Sebagai golongan yang produktif, golongan yang menciptakan karya, seharusnya saya dapat berperan aktif untuk memperkenalkan kebudayan Indonesia kepada adik-adik, kepada teman-teman, saudara, orang tua bahkan pada dunia luar, bahwa Indonesia adalah negara yang luar biasa kaya akan budaya, agar cerita rakyat dan kekayaan adat tersebut tidak habis dimakan jaman dan tetap dikenal dan diambil manfaatnya bahkan hingga Indonesia berumur seratus, atau bahkan seribu tahun. 

Ayo,teman-teman. Bersama-sama kita mencintai kebangsaan. Dengan apapun profesi kita, kita bisa berjuang untuk bangsa, tidak lagi dengan peperangan, tapi dengan karya dan prestasi. Bagi para animator, Indonesia tak pernah kekurangan cerita, tak pernah kekurangan karakter, jadi kenapa masih malu-malu mengekspos cerita rakyat kita dan menjadikannya film animasi? Bagi para desainer muda, Indonesia kaya ribuan corak kain tenun, batik dan songket, kenapa tak kenalkan mereka agar bangga dipakai banyak orang? Bagi para musisi, kenapa tidak kenalkan instrument angklung, gamelan pada karya kalian supaya terdengar lebih syahdu dan sangat Indonesia?

Ayo pemerintah, support kami para generasi muda untuk bekerja dan berkarya demi kemajuan bangsa. Jangan biarkan karya-karya kami dilirik negeri sebrang terlebih dahulu sebelum negeri kami sendiri. Jangan biarkan tak ada wadah bagi kami untuk mengapresiasikan kecintaan kami pada bangsa ini. Semoga harapan ini menjadi harapan seluruh masyarakat Indonesia, agar mampu bekerja sama bahu membahu demi Indonesia yang lebih baik kedepannya.

Omong-omong, dibawah ini adalah teaser film Animasi Ketam Buan dan Ugui yang saya dan teman-teman sekelompok saya buat. Berasal dari Batam, Kepri. Menceritakan tentang dua buah ketam dengan perbedaan rupa yang berselisih karena mencari makan. Alhamdulillah, karya ini berhasil menembus juara 2 Animasi Budaya Lokal GEMASTIK 7 di UGM tahun lalu. Semoga bisa menjadi referensi teman-teman semua mengenai cerita rakyat Kepulauan Riau. :)



Salam hangat,
Yuni Tisna
22/Februari/2014