Monday, October 26, 2015

Kuliah Dengan Beasiswa Di Politeknik Negeri Batam? Tentu Bisa!



Mendapatkan beasiswa ketika kuliah menjadi daya tarik sendiri bagi banyak mahasiswa. Bagaimana tidak, kesempatan untuk berkuliah dengan biaya tersubsidi bahkan sampai gratis tentunya sangat menggoda. Uang yang telah disisihkan untuk membayar kuliah bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain yang lebih mendesak tanpa harus bingung memikirkan uang semesteran, atau bahkan, bisa digunakan sebagai modal usaha kecil-kecilan yang jika berhasil tentunya bisa meningkatkan level ekonomi yang bersangkutan. Bagi yang hidup dalam kondisi ekonomi kurang beruntung, beasiswa juga bisa menjadi angin segar harapan untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus dibayangi ketidakmampuan ekonomi keluarga untuk membiayai.

Saya beruntung sekali, bisa menjadi mahasiswa Politeknik Negeri Batam. Kampus saya sangat mendukung mahasiswanya untuk berkembang, dan murah hati memberikan banyak beasiswa sebagai penyemangat mahasiswanya untuk terus semangat belajar dan berprestasi. Sewaktu saya pertama kali mendaftar kuliah melalui jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan) pada awal tahun 2012, saya mendapatkan beasiswa berupa pengurangan uang masuk hingga 1,5 juta rupiah. Lebih dari setengah dari biaya seharusnya. Ketika saya sudah memasuki semester 3, saya diberi kesempatan untuk menjadi salah satu penerima beasiswa Perintis selama 6 bulan berturut-turut, beasiswa tersebut adalah hasil kerja sama Politeknik Negeri Batam dengan pihak ke-3 yaitu Salman ITB. Dan tahun lalu saya juga diberi kesempatan untuk mendapat beasiswa ketika berhasil menjadi juara 2 dalam lomba animasi tingkat nasional. Beasiswa tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi Politeknik akan prestasi mahasiswanya.

Ketiga beasiswa tersebut hanya sebagian kecil yang ditawarkan kampus saya untuk diraih. Beberapa teman yang menjadi ketua dalam Unit Kegiatan Mahasiswa juga diberikan beasiswa oleh kampus sebagai bentuk penghargaan atas keaktifan dan komitmen mereka dalam menjalankan organisasi kampus, lalu ada juga beasiswa Prestasi yang diberikan setiap semester bagi yang memiliki IPK tinggi. Selain itu, yang tak pernah kalah menjadi incaran, adalah beasiswa Bidikmisi, yang diberikan oleh kampus kepada mahasiswa kurang mampu namun berpotensi tinggi untuk maju dan berprestasi. Beberapa teman yang mendapatkan beasiswa ini sepenuhnya dibebaskan dari biaya kuliah, diberikan asrama di area kampus, bahkan diberikan uang saku bulanan sehingga sangat meringankan penerimanya. Teman-teman penerima Bidikmisi tersebut juga tidak hanya berasal dari Batam saja, namun dari berbagai daerah diseputar Batam seperti Tanjung Pinang, Tanjung Balai, Bintan dan daerah lainnya.

Beasiswa lain hasil kerjasama kampus dan industri di Batam juga patut untuk diincar. Rasanya, tak ada slot-slot yang tidak bisa diisi untuk mendapatkan beasiswa di kampus saya, selama memiliki keinginan yang kuat dan terus menunjukkan potensi baik dalam dunia akademik dan nonakademik, saya yakin Politeknik akan dengan senang hati memberikan dukungannya dalam bentuk beasiswa. Semoga, beasiswa-beasiswa dari Politeknik ini dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa Politeknik Negeri Batam untuk terus berprestasi untuk masa depan yang lebih cemerlang :)


Allah Maha Besar



Bismillahirahmanirahim...
Rasanya ingin melupakan saja, tapi deg-degan dari siang tadi tak kunjung-kunjung bisa hilang. Minggu lalu, dengan berani aku mendaftarkan diri di program Fellowship ke Amerika selama lima minggu. Semua aku lakukan dengan niat yang menggebu, mulai dari memberanikan diri untuk pertama kalinya meminta surat rekomendasi dosen, menulis essay dengan batasan 250 kata yang ternyata penuh tantangan, mengisi folmulir dengan hati-hati, lebih teliti dari apapun sebelumnya dan juga berdoa dan mencoba menyerahkan segala keputusan di tangan Allah. Aku sudah belajar bahwa ketika kita terlalu percaya diri sampai menjadi sombong, rasa percaya diri justru menjadi jebakan, menjadi duri di kejatuhan yang sangat sakit ketika gagal.

 Aku mencoba menjadi orang yang lebih tenang dan ikhlas ketika menginginkan sesuatu. Sampai tadi siang di waktu yang tak terduga itu, sebuah telpon dari nomer asing datang. Dan ketika aku angkat aku disapa oleh Mbak-mbak berbahasa inggris yang ternyata dengan mendadak menginterviewku tanpa pemberitahuan lebih dulu. 

Ya Allah! Berkecamuk rasanya di dalam benak ini. Senang karena menjadi salah satu shortlist yang dipertimbangkan. Namun gugup setengah mati tak ada persiapan. Tergagap sana-sini dan tak menjawab dengan jawaban yang pintar dan meyakinkan. Bahasa inggris yang masih belepotan ternyata bisa jadi lebih berantakan lagi :(. Sekarang tinggal menunggu keputusan. Terima kasih ya Allah, setidaknya satu kesempatan wawancara tadi menunjukkan keridhoan dan kebesaranmu di tengah-tengah essay yang amatiran, di antara pengalaman dan pengabdian yang masih minim. Keputusanmu adalah yang terbaik bagiku. Jika seleksi ini gagal, berikanlah kekuatan untukku untuk ikhlas dan tenang, karena aku percaya bahwa kau pasti mendengar setiap doa walaupun waktu dikabulkannya hanya menjadi misterimu. Jika berhasil, terima kasih ya Allah atas kesempatan langka ini. Terima kasih atas kemurahanmu dan jauhkanlah aku dari kesombongan dan kekufuran. Amin ya Allah ya Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang maha adil, maha berkuasa dan maha pemberi keputusan.