Sunday, July 24, 2016

Poligami? Cari Referensinya Dalam Surga Yang Kedua

Sebenarnya, saya udah jarang banget nonton TV, apalagi sampai mengikuti sinetron tertentu. Tapi suatu ketika saya tidak sengaja menonton salah satu episode dari sinetron Surga Yang Kedua, dan ajaibnya, setelahnya saya "ketagihan" nonton episode-episode berikutnya.

Film ini mengangkat cerita lika-liku rumah tangga. Di antara berserakannya sinetron-sinetron anak SMA belakangan ini, Surga Yang Kedua memang jadi oase tersendiri mengingat temanya yang "ibu-ibu" banget. Lebih unik lagi, tema poligami berani dipilih diantara pro dan kontra yang masih bersliweran mengenai poligami itu sendiri.

Biar gak kehilangan arah, beginilah kira-kira sinopsis dari sinetron Surga Yang Kedua :


Doni dan Sabrina sudah menikah lama, namun Sabrina tidak kunjung bisa memberikan Doni anak. Kata dokter, setiap Sabrina hamil dan janin yang dikandungnya memiliki golongan darah yang berbeda dengannya, janin tersebut tidak akan selamat. Sementara itu, Bunda Sania aka ibu Doni, terus-menerus mendesak agar Doni memiliki anak laki-laki agar dapat mewarisi kekayaan keluarga, justru meminta Doni menikahi wanita lain agar bisa memiliki anak. Sabrina yang mendengar berita ini sedih dan kalut dan menyebabkan dirinya mengalami kecelakaan ketika menyetir hingga akhirnya koma. Keadaan Sabrina yang kritis membuat Doni putus asa, namun Bunda Sania merasa bahwa saat itulah waktu yang tepat untuk Doni menikah lagi. Disaat itulah, saat istrinya koma, Doni menikah lagi dengan Vani, sahabatnya dan sahabat Sabrina ketika kuliah. Ajaibnya, tak lama kemudian Sabrina terbangun dari koma dan harus menerima kenyataan pahit bahwa suaminya menikah lagi. Drama rumah tangga tentang seorang suami yang memiliki dua istri dengan kehidupan rumah tangga yang terus-menerus dicampuri oleh ibu mertuapun dimulai...

Menarik kan?
Saya adalah salah satu orang yang tidak setuju dengan konsep poligami. Walaupun dalam agama saya membolehkan, terlepas dari hal itu bisakah kita membayangkan perasaan seorang istri ketika suaminya menikah lagi? Sakit, hancur, perih, kecewa, marah, merasa dikhianati, merasa dibohongi, merasa tidak berguna, terpuruk dan sebagainya.

Rasulullah menikah dengan 9 wanita dengan pertimbangan kemanusiaan (mengangkat derajat wanita yang pada zaman itu tidak dihargai jika berstatus janda, budak dan tananan perang), dan urusan dakwah. Dalam Islam, wahyu poligami pun sudah diturunkan dalam
Surat An Nisa’: 3:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُواْ فِي الْيَتَامَى فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُواْ فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُواْ

“Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” [QS. An-Nisa’: 3].

Seorang pria dihalalkan untuk menikahi 1, 2 hingga 4 istri dengan syarat dapat berlaku adil. Jika tidak, maka beristrilah 1 saja. Poligami pun diberbolehkan (berdasarkan berbagai pendapat), dengan alasan, pria memiliki hasrat yang besar dan ada kemungkinan tidak dapat dipuaskan oleh 1 orang wanita saja, istri pertamanya tidak dapat memberikan keturunan, menghindari zina, istri pertamanya sakit/lansia dst.

Tapi betulkah seorang pria bisa berlaku adil?

وَلَن تَسْتَطِيعُواْ أَن تَعْدِلُواْ بَيْنَ النِّسَاء وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ تَمِيلُواْ كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِن تُصْلِحُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ اللّهَ كَانَ غَفُوراً رَّحِيماً

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. An-Nisa’: 129].

Pro dan kontra poligami bahkan terjadi diantara para ulama. Adil tidak hanya sekedar urusan menafkahi istri-istri, namun juga mengenai perasaan yang diberikan kepada setiap istri. Hati manusia siapa yang bisa mengatur secara pasti? Ketidak adilan pasti terjadi, seberapapun inginnya seseorang untuk berlaku adil.

Back to the sinetron Surga Yang Kedua, yang bisa jadikan gambaran kehidupan rumah tangga yang kedua bagi saya ada beberapa point sepajang ini :

1. Doni dikisahkan sebagai pria yang sangat baik prilakunya, lembut tutur katanya dan sangat mencintai keluarganya. Di sinetron ini, Vani dikisahkan sebagai istri kedua yang penuh iri dan jahat. Tapi wajarkan? Jika menonton dari awal, pemirsa bisa melihat bahwa Doni tidak sepenuhnya adil. Ia selalu menyempatkan diri menemani Sabrina kemana-mana, menyempatkan waktu bersama Sabrina setiap hari dan tidur bersama Sabrina, sedangkan Vani sering diabaikan (secara halus) bahkan dalam keadaan hamil. Vani sering kepergok mengintip Doni dan Sabrina berduaan dan dalam hati bergumam seandainya Doni bisa memperlakukan dirinya sama dengan ketika ia memperlakukan Sabrina. Poinnya, walaupun Doni menikahi Vani karena ada paksaan dari orang tuanya, tetap saja, dia sudah menerima Vani sebagai istrinya. Ia harus bersikap adil, kalau tidak mau begitu, selalu ada kesempatan berkata "Tidak" sedari awal. eaaak

2. Sabrina dikisahkan sebagai wanita solehah yang menghargai dan mencintai suaminya. Bahkan pada akhirnya ia ikhlas menerima kenyataan bahwa suaminya menikah lagi dan ia harus tinggal seatap dengan istri kedua suaminya. Tapi baru kemarin (episode yang menginspirasi bikin postingan ini lol), Sabrina ingin membantu Aryo, mantan pacar Vani untuk mempersatukan Aryo dan Vani. Dari percakapan dan gesture, kebanyakan pasti menganggap Sabrina ini sangat baiiik sekali. Tapi whats the point dari adegan ini? Sabrina mendukung Aryo bersatu dengan Vani, sedangkan Vani istri kedua suaminya. Itu artinya ia mendukung perpisahaan Doni dan Vani, padahal Vani sedang mengandung anak Doni.

So kesimpulan saya dari film ini, adil bagi pihak suami dan nrimo bagi pihak istri (baik pertama atau kedua atau ketiga atau keempat) adalah hal yang teramat sulit.

Sedangkan pandangan pribadi saya mengenai poligami betul-betul murni karena tak bisa membayangkan betapa sakit hatinya seorang wanita yang suaminya menikah lagi (salahkan betapa romantisnya saya berpikir, jadi poligami betul-betul diluar radar), terlepas dari surga yang dijanjikan Allah SWT pada istri-istri yang ikhlas dipoligami dan pertentangan antara menerima atau menolak  wahyu-Nya. Dan para pria, posisikan dirimu pada posisi jika istri yang kalian cintai ternyata menaruh hati terhadap laki-laki lain, sampai disitu saja, tak usah dibayangkan sampai poliandri :p

Selain alasan barusan, keadaan dimana derajat wanita sangat rendah sudah tidak relevan lagi saat ini (jika mengingat sebab poligami untuk menaikkan derajat istri muda), karena saat ini wanita sudah mempunyai derajat yang baik di mata masyarakat dunia dan memiliki hak yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi, menyuarakan pendapat, bekerja di bidang-bidang yang dahulunya hanya diperuntukkan untuk laki-laki, bahkan menjadi pemimpin sebuah negara. Para wanita cenderung menolak terjadinya perceraian biasanya karena sudah 'kadung' memikirkan anak, tidak memiliki penghasilan hingga bergantung sepenuhnya pada suami, berdosa, hingga betul-betul mencintai suaminya hingga tak kuasa menolak keputusan tersebut.

Jadi, bagi saya lebih baik sama-sama menjaga kesetiaan dan perasaanlah. Memiliki itu mudah, mempertahankannya yang sulit. Selain itu, mendua sudah terlalu mainstream... Jadi kenapa nggak setia aja? It's true love eaaak 💖💖💖

Wednesday, March 9, 2016

Review Novel Nero (Made Man #1) by Sarah Brianne

Berbulan-bulan baca buku tanpa memikirkan untuk membuat reviewnya lagi, bikin saya terbata-bata ketika membuat review ini.

Whateverlah.... lebih baik terbata-bata daripada terbatako-batako (sumpaaaah garing banget. Maaaaaf. Saya tidak tau apa yang terjadi pada diri saya) 😝

Yasudahlah, kali ini saya akan mereview bukunya Sarah Brianne yang berjudul NERO. Pertama kali denger judulnya sih, what the hell?! Nggak ada nama lain apa? Mungkin karena kata 'NERO' di Indonesia diidentikkan dengan sebuah geng motor pembawa kerusuhan bin bencana, makanya jadi sedikit memberikan pengaruh yang kurang mengenakkan pada awalnya. Tapi karena waktu itu saya kehabisan bahan bacaan, maka dengan 'terpaksa' saya membaca chapter pertama buku ini.... dan tidak bisa berhenti.




Okay, let's start right now!

Sinopsis :

Nero is the king of Legacy Prep, living a life of power.
Elle is the school’s punching bag, living a life of fear.
The only good girls Nero knows jump in his bed when he tells them to.
The closest Elle has come to a bad boy like him is in the cafeteria line.
The mob boss gave him orders to find out what she knows.
Her mouth is sealed.

I just want to be a fu**ing made man.
I’m just a fu**ing waitress.

-----------------------------------------------------

Elle dikenal sebagai "punching bag" di sekolahnya. Di bully sana-sini. Elle bertahan di sekolah tersebut hanya karena temannya Chloe (no spoiler, maaf). Suatu malam, saat Elle akan berangkat kerja (dia punya kerja sampingan sebagai pelayan toko), di pertengahan jalan ia melihat seorang laki-laki dibunuh di depan matanya. Elle pun kabur, memutuskan untuk pura-pura tidak mengetahui insiden itu. Namun sayangnya si pembunuh adalah geng mafia kelas kakap yang tidak ingin mengambil resiko jaringan mafianya terungkap ke publik.




Di sekolah, tiba-tiba Nero, cowok keren yang jadi incaran cewek satu sekolahan tiba-tiba membelanya saat dia di bully. Elle pun curiga, karena sebelumnya Nero nggak pernah ngomong bahkan untuk sekedar say hello padanya. Sikap Elle yang takut-takut tapi pengen kenal dekat bikin Nero semakin penasaran... dan Nero yang tiba-tiba jadi superhero kesiangan bikin Elle jadi gelisah galau merana eaak...

Tapi setiap kisah tidak terjadi karena kebetulan. Kenapa Nero tiba-tiba mendekati Elle? Bagaimana nasib Elle ketika geng mafia tidak ingin melepaskan Elle begitu saja?

Selamat membaca!

Monday, March 7, 2016

Mengenal Gabfest Lebih Dekat...

Pada suatu sore, 6 orang anak muda duduk melingkari sebuah meja bundar di salah satu warung teh di kota Batam. Beberapa di antara mereka baru pertama kali bertemu hari itu. Mereka berkenalan dengan canggung dan malu-malu, lalu kemudian mulai saling sok kenal sok dekat agar suasana menjadi hangat. Mereka masing-masing menceritakan secara singkat latar belakang mereka. Ada mahasiswa, ada guru, ada teknisi. Sambil meminum teh tarik, jus dan soda pesanan masing-masing, mereka mulai membicarakan nuklir, listrik, cita-cita, beasiswa.... dalam bahasa inggris terbata-bata diwarnai grogi dan malu-malu di sana-sini.

Tak terasa waktu berlalu begitu  cepat. Matahari hampir tenggelam tanda malam akan datang, mereka pun memutuskan mengakhiri konferensi meja bundar tersebut, tentu setelah membayar tagihan di kasir.  Akhir cerita, keenam anak muda itu pun pulang ke rumah masing-masing.


***

Cerita di atas hanya intermezo belaka pemirsaah :p

Mendengar  "klub bahasa Inggris", kebanyakan orang akan berfikir klub tersebut berisi sekumpulan orang-orang dengan bahasa Inggris selancar Leonardo Dicaprio, Barack Obama, atau Jamie Campbell Bower berkumpul bersama dalam satu ruangan lalu berdebat mengenai masalah berat yang menimpa dunia. Beberapa klub Bahasa Inggris, seperti di kampus saya, malah mengadakan seleksi anggota terlebih dahulu. Hal tersebut tentu menjadi sebuah momok, bagi orang-orang dengan bahasa inggris belepotan seperti saya. Di satu sisi ingin belajar dengan orang-orang yang lebih ahli, namun apa daya sudah minder duluan, terutama kalau ada embel-embel "seleksi". Ma to the les deh. Males.

Hingga Gabfest! terlahir di dunia...

Apa sih Gabfest sebenarnya? Mari saya bantu beri pencerahan.

Gabfest adalah sebuah komunitas bahasa Inggris di kota Batam. Usianya masih sangat muda, belum sampai separuh putaran bumi (puitis dikit). Beberapa membernya masih datang dan pergi, tapi alhamdulillah, seru semua. Setiap Sabtu, anggota Gabfest berkumpul di alun-alun Engku Putri Batam Center. Duduk melingkar tanpa meja, dan mendiskusikan beragam topik dalam Bahasa Inggris. Arti nama Gabfest sebenarnya adalah percakapan panjang dalam suasana yang menyenangkan. Jadi sesuai namanya hampir keseluruhan topiknya ringan, agar semua anggota dapat lebih menikmati setiap percakapan dan tidak merasa bosan.

Jadi jangan heran kalau jombloness sering jadi topik utama Gabfest... 

Sesuai namanya juga, Gabfest fokus pada "speaking". Syukurlah. Karena bagi saya sih, speaking adalah hal yang paling sulit dalam mempelajari bahasa asing, karena membutuhkan ekstra porsi rasa percaya diri yang paling sering ngumpet saat dibutuhkan. Jadi di Gabfest, kamu bisa berbicara dan akan ada yang mendengarkan kamu. So sangat pas sekali untuk kamu yang ingin latihan untuk "lebih banyak bicara".

Selain itu, setiap hari minggu, Gabfest punya proyek sosial mengajar Bahasa Inggris di salah satu panti asuhan di Batam. Jadi, bagi member Gabfest yang tidak memiliki kesibukan di hari minggu dan ingin bermain bersama anak-anak, bisa datang di hari minggu dan membantu mengajar anak-anak di panti asuhan Al-Aqsha Bengkong Sadai.

Member Gabfest di Pani Asuhan Al-Aqsha bersama pengurus dan anak-anak panti
Saya senaaang sekali dapat menjadi bagian dari komunitas ini. Melalui Gabfest saya bertemu dengan banyak orang baru dari berbagai latar belakang pekerjaan dan mahasiswa dari universitas lain yang seru-seru dan lucu-lucu. Melalui Gabfest saya bisa duduk di warung kopi bersama mantan guru bahasa inggris saya dan membicarakan hal-hal yang ;%!$)#0@(. Melalui Gabfest, saya mengenal seorang backpacker unik yang mengajarkan banyak jenis permainan kartu. Karena Gabfest, saya punya 2 set kartu remi yang selalu saya bawa kemana-mana... padahal dulu saya nggak tau urutan kartu J-Q-K itu yang bener gimana 😝.

Dan karena Gabfest, malam minggu saya tidak lagi diisi dengan semedi di dalam kamar sambil ngunyah melati supaya hujan turun di malam horror itu (maaf, terlalu ngenes). Karena salah satu member Gabfest, sebut saja namanya Bang Erik, memutuskan membuat gerakan pengangkatan martabat para jombloers bernama Saturday Night Survivor (SNS). Jadi setelah pertemuan resmi Gabfest para jombloers Gabfest akan melanjutkan malam minggu mereka bersama-sama di tempat nongkrong yang memungkinkan mereka berisik dan duduk lama 😝Malam minggu nggak sendirian lagi nih mblo... cieee 😂
Pokoknya thank you so much para anggota Gabfest Qisti, Rio, Bang Erik, Willis, Nurul, Febri, Faizal, Rivan, Azizah, Bayu, Anggi, Bisuk, Jose, Kasyanto,  Ratih, Tama, Thia, Raihan, Najib and Eka, Mas Agus, Ahmad (newest member :p), Mr. Green, Bayu... For make my 2016 more exciting, meaninful and fun.

Suatu hari, akan ada yang sibuk. Suatu hari, yang jomblo akan kehilangan kejombloannya. Suatu hari, akan ada yang memutuskan bahwa Gabfest bukan tempatnya lagi. Tapi kita adalah kisah klasik untuk masa depan masing-masing. (Lagi kebawa euforia lulus skripsi dan selangkah menuju wisuda jadi maaf kalau tiba-tiba baper begini) 😝




Pokoknya lagi, kalau kamu orang Batam, kebetulan membaca tulisan ini, dan tertarik belajar Bahasa Inggris bersama kami, silahkan datang ke alun-alun Engku Putri jam 4 sore setiap hari Sabtu atau hubungi nomer yang ada di poster di bawah ini. 100% Free and Fun! Daaaaaaan semuanya bisa bergabung tanpa batasan usia, pekerjaan, agama, suku, atau status hubungan. Tingkatkan kemampuan bahasa inggrismu... siapa tau kamu ketemu jodohmu di sini (eeeeh....)





Best Regards,
Yuni Tisna

Thursday, March 3, 2016

Kamu... ya Kamu...


Bagiku kamu ilalang.
Menarik walau tak sempurna.
Menyenangkan tapi cerdas. 
Dan misterius...
Terkadang, aku merasa seperti kamu memberi tanda, tapi kemudian menghilang lagi.
Kamu seperti cemburu, tapi kemudian tersenyum lagi.
Kamu seperti memperhatikan, tapi kemudian tak peduli lagi.
Kita terasa seperti dekat, tapi kemudian kamu menjauh lagi.
Apa kamu menguji? Apa hatiku yang naif?
Kamu tau, aku hanya ingin menulis, membayangkan apa yang tidak bisa kamu beri dan apa yang ingin aku miliki.
Mungkin kamu tak bisa melihat, tapi kisah rekaan tentang kita sudah menjadi lembaran-lembaran penuh emosi yang tak ingin aku bagi.
Di benakku, kisah kita abu-abu. Hanya aku dan Tuhan yang tau, berisi tangis dan tawa tentang kemungkinan ini-itu.
Seperti bulan dan bintang yang tak akan pernah bersandangan di langit yang satu, apakah kisah kita akan menjadi seperti itu?

Monday, October 26, 2015

Kuliah Dengan Beasiswa Di Politeknik Negeri Batam? Tentu Bisa!



Mendapatkan beasiswa ketika kuliah menjadi daya tarik sendiri bagi banyak mahasiswa. Bagaimana tidak, kesempatan untuk berkuliah dengan biaya tersubsidi bahkan sampai gratis tentunya sangat menggoda. Uang yang telah disisihkan untuk membayar kuliah bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain yang lebih mendesak tanpa harus bingung memikirkan uang semesteran, atau bahkan, bisa digunakan sebagai modal usaha kecil-kecilan yang jika berhasil tentunya bisa meningkatkan level ekonomi yang bersangkutan. Bagi yang hidup dalam kondisi ekonomi kurang beruntung, beasiswa juga bisa menjadi angin segar harapan untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus dibayangi ketidakmampuan ekonomi keluarga untuk membiayai.

Saya beruntung sekali, bisa menjadi mahasiswa Politeknik Negeri Batam. Kampus saya sangat mendukung mahasiswanya untuk berkembang, dan murah hati memberikan banyak beasiswa sebagai penyemangat mahasiswanya untuk terus semangat belajar dan berprestasi. Sewaktu saya pertama kali mendaftar kuliah melalui jalur PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan) pada awal tahun 2012, saya mendapatkan beasiswa berupa pengurangan uang masuk hingga 1,5 juta rupiah. Lebih dari setengah dari biaya seharusnya. Ketika saya sudah memasuki semester 3, saya diberi kesempatan untuk menjadi salah satu penerima beasiswa Perintis selama 6 bulan berturut-turut, beasiswa tersebut adalah hasil kerja sama Politeknik Negeri Batam dengan pihak ke-3 yaitu Salman ITB. Dan tahun lalu saya juga diberi kesempatan untuk mendapat beasiswa ketika berhasil menjadi juara 2 dalam lomba animasi tingkat nasional. Beasiswa tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi Politeknik akan prestasi mahasiswanya.

Ketiga beasiswa tersebut hanya sebagian kecil yang ditawarkan kampus saya untuk diraih. Beberapa teman yang menjadi ketua dalam Unit Kegiatan Mahasiswa juga diberikan beasiswa oleh kampus sebagai bentuk penghargaan atas keaktifan dan komitmen mereka dalam menjalankan organisasi kampus, lalu ada juga beasiswa Prestasi yang diberikan setiap semester bagi yang memiliki IPK tinggi. Selain itu, yang tak pernah kalah menjadi incaran, adalah beasiswa Bidikmisi, yang diberikan oleh kampus kepada mahasiswa kurang mampu namun berpotensi tinggi untuk maju dan berprestasi. Beberapa teman yang mendapatkan beasiswa ini sepenuhnya dibebaskan dari biaya kuliah, diberikan asrama di area kampus, bahkan diberikan uang saku bulanan sehingga sangat meringankan penerimanya. Teman-teman penerima Bidikmisi tersebut juga tidak hanya berasal dari Batam saja, namun dari berbagai daerah diseputar Batam seperti Tanjung Pinang, Tanjung Balai, Bintan dan daerah lainnya.

Beasiswa lain hasil kerjasama kampus dan industri di Batam juga patut untuk diincar. Rasanya, tak ada slot-slot yang tidak bisa diisi untuk mendapatkan beasiswa di kampus saya, selama memiliki keinginan yang kuat dan terus menunjukkan potensi baik dalam dunia akademik dan nonakademik, saya yakin Politeknik akan dengan senang hati memberikan dukungannya dalam bentuk beasiswa. Semoga, beasiswa-beasiswa dari Politeknik ini dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa Politeknik Negeri Batam untuk terus berprestasi untuk masa depan yang lebih cemerlang :)


Allah Maha Besar



Bismillahirahmanirahim...
Rasanya ingin melupakan saja, tapi deg-degan dari siang tadi tak kunjung-kunjung bisa hilang. Minggu lalu, dengan berani aku mendaftarkan diri di program Fellowship ke Amerika selama lima minggu. Semua aku lakukan dengan niat yang menggebu, mulai dari memberanikan diri untuk pertama kalinya meminta surat rekomendasi dosen, menulis essay dengan batasan 250 kata yang ternyata penuh tantangan, mengisi folmulir dengan hati-hati, lebih teliti dari apapun sebelumnya dan juga berdoa dan mencoba menyerahkan segala keputusan di tangan Allah. Aku sudah belajar bahwa ketika kita terlalu percaya diri sampai menjadi sombong, rasa percaya diri justru menjadi jebakan, menjadi duri di kejatuhan yang sangat sakit ketika gagal.

 Aku mencoba menjadi orang yang lebih tenang dan ikhlas ketika menginginkan sesuatu. Sampai tadi siang di waktu yang tak terduga itu, sebuah telpon dari nomer asing datang. Dan ketika aku angkat aku disapa oleh Mbak-mbak berbahasa inggris yang ternyata dengan mendadak menginterviewku tanpa pemberitahuan lebih dulu. 

Ya Allah! Berkecamuk rasanya di dalam benak ini. Senang karena menjadi salah satu shortlist yang dipertimbangkan. Namun gugup setengah mati tak ada persiapan. Tergagap sana-sini dan tak menjawab dengan jawaban yang pintar dan meyakinkan. Bahasa inggris yang masih belepotan ternyata bisa jadi lebih berantakan lagi :(. Sekarang tinggal menunggu keputusan. Terima kasih ya Allah, setidaknya satu kesempatan wawancara tadi menunjukkan keridhoan dan kebesaranmu di tengah-tengah essay yang amatiran, di antara pengalaman dan pengabdian yang masih minim. Keputusanmu adalah yang terbaik bagiku. Jika seleksi ini gagal, berikanlah kekuatan untukku untuk ikhlas dan tenang, karena aku percaya bahwa kau pasti mendengar setiap doa walaupun waktu dikabulkannya hanya menjadi misterimu. Jika berhasil, terima kasih ya Allah atas kesempatan langka ini. Terima kasih atas kemurahanmu dan jauhkanlah aku dari kesombongan dan kekufuran. Amin ya Allah ya Tuhanku yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang maha adil, maha berkuasa dan maha pemberi keputusan.

Saturday, October 24, 2015

Pura-Pura Tak Jatuh Cinta







Ada seorang cewek, sebut saja namanya Bunga. Bunga ini adalah seorang mahasiswa jurusan Informatika semester dua yang masih labil, masih agak alay dan masih lebay. Labil karena Bunga seringkali bingung dengan apa yang harus dilakukannya sebagai seorang manusia. Misalnya Bunga pengen banget diet supaya berat badannya jadi lebih proporsional, tapi sering banget pura-pura lupa kalau lagi diet supaya bisa ngemil cokelat malem-malem. Agak alay karena masih sering bikin status Facebook pake tulisan g3dhe-KeChil, dan lebay karena masih belum bisa meletakkan dirinya di bawah kontrol. Misalnya pas lagi patah hati, Bunga bakalan dengerin lagu sedih melulu dari pagi sampai pagi lagi. Kalau dengerinnya pake headset nggak pa-pa juga, tapi terkadang Bunga lebih suka dengerin musik pake sound system anyar bokapnya hingga membuat tetangga-tetangganya dendam tujuh turunan.

Dan kini... Bunga si Labil, Alay dan Lebay sedang jatuh cinta. Lelaki itu, sebut saja bernama Kaktus. Pertemuan mereka pertama kali terjadi di salah satu acara seminar kampus. Kaktus bukanlah lelaki sempurna. Dia bukan Edward Cullen yang bisa ngajak Bunga lari-lari di hutan dengan kecepatan tinggi tanpa harus nabrak pohon. Dia juga bukan Harry Potter yang bisa memberikan apa saja pada Bunga dengan kekuatan sihirnya. Tapi dia, adalah seorang Kaktus. Kaktus adalah Kaktus. Dia adalah dirinya sendiri.

Dari tampang, Kaktus standard. Tidak bisa dibilang tampan atau kurang tampan. Dari segi materi, dia pun bukan anak pengusaha batu bara yang duitnya unlimited, juga bukanlah anak yang kekurangan sampai harus bela-belain banting tulang untuk bayar uang kuliahnya sendiri. Intinya : dari sisi manapun Kaktus adalah orang yang standard.

Tak ada yang luar biasa dari Kaktus. Tapi sejak mengenal Kaktus, Bunga jadi bisa merubah prospeknya mengenai pria idamannya. Bagi Bunga, sejak mengenal Kaktus, pria idaman tak hanya sekedar pria sempurna seperti di novel-novel teenlit : cool, anak basket, ketua osis, bawa mobil sport, pake sepatu Nike dan digilai banyak cewek. Pria idamannnya entah mengapa adalah pria seperti Kaktus saat ini. Tak perlu sempurna, yang penting bisa merasuk dalam mimpi-mimpi indahnya setiap malam dan membuat jantungnya senantiasa berdebar-debar karena mendamba.

Walaupun mereka jarang mengobrol, Bunga bisa merasakan di setiap kesempatan langka itu, obrolan mereka nyambung. Dan walaupun jarang bertemu, Bunga bisa merasakan di setiap kesempatan langka itu, pertemuan mereka selalu memberikan kenangan yang indah untuk dikenang.

Setelah bertemu Kaktus beberapa minggu lalu, Bunga menyadari bahwa kepribadian seseorang itu jauuuh lebih berharga daripada tampang dan harta. Bunga seneng banget pas dapet pin BB-nya Kaktus. Setiap menit dia mantengin Recent Update berharap kalau ada update terbaru dari Kaktus. Setiap hari, Bunga harap-harap cemas dan berdoa semoga sekali-sekali Kaktus BBM dia duluan. Tapi yaah... Harapan sia-sia. Memang, Bunga menemukan kecocokan diantara mereka berdua. Tapi entah mengapa Bunga merasa kehilangan harapan karena
Suatu hari, Bunga yang jatuh cinta diam-diam, harus benar-bener merasakan rasa sakitnya jatuh yang sesungguhnya setelah sebelumnya rasa jatuh itu tak terasa karena pengaruh hormon cinta.

Pelan-pelan, cinta mulai menunjukkan sisi antagonisnya. Dia memperlihatkan kepada Bunga bagaimana cinta itu tak selamanya indah. Ada dua sisi cinta, kini Bunga menyadari, yaitu bright side dan dark side. Bright side adalah ketika kita pertama kali jatuh cinta, ketika cinta kita berbalas, ketika kita bisa duduk berduaan di pinggir laut sambil mantengin bintang-bintang jatuh. Ya. Bright side. Dunia akan terasa indah, cerah dan bersahabat.

Sedangkan dark side adalah ketika kita menyadari bahwa cinta kita tak punya harapan. Seseorang yang membuat kita jatuh cinta ternyata jatuh cinta juga, tapi pada orang lain. Atau ketika cinta itu sebenernya ada harapan, namun harapan itu padam seketika karena alasan-alasan yang tak bisa disangkal.

Yah... Cinta menunjukkan kepada Bunga dark side dari perasaannya ketika seorang wanita- sebut saja Kamboja - mengatakan pada Bunga bahwa ia juga jatuh cinta dengan Kaktus. Salahku sendiri, Bunga selalu menyalahkan dirinya sendiri karena selama ini memendam perasaannya pada Kaktus sendirian. Jadi Bunga merasa serba salah. Ia tak mungkin melanjutkan perasaannya pada Kaktus ketika ia tau bagaimana perasaan Kamboja pada Kaktus. Membiarkan perasaannya berlanjut berarti berkhianat menurut Bunga, walaupun hatinya menyangkal, karena untuk mundur pun hatinya sudah terlalu sulit untuk diajak bekerja sama.

Kini, Bunga melihat bahwa Kamboja bergerak cepat. Kaktus dan Kamboja menjadi dekat. Dan Bunga kehilangan harapannya bahwa perasaannya akan berbalas.

Bunga kini hanya bisa berpura-pura tak jatuh cinta, memendam perasaannya lewat canda dan tawanya, berusaha sembunyikan perasaan dan debar jantungnya saat Kaktus mengajaknya berbicara. Berharap dalam hati pada masanya kelak, debar jantung yang menggila itu akan menurunkan ritmenya.

Bunga kini hanya bisa berpura-pura tak jatuh cinta, memendam perasaan lewat saran dan semangatnya, saat Kamboja berbicara tentang Kaktus kepadanya. Berharap, pada masanya kelak, cerita indah Kamboja dan Kaktus tak lagi membuatnya patah hati.

Dan kini, walaupun sulit, Bunga berusaha untuk mencari Kaktus yang lain. Seseorang yang dapat Bunga cintai hanya dengan menjadi dirinya sendiri, seseorang yang membuatnya nyaman dan seseorang yang tak hanya berinya harapan tapi juga membuat mereka memiliki sebuah harapan yang sama yang akan mereka wujudkan bersama-sama...

Saturday, July 25, 2015

Bayar Kuliah Nggak Perlu Antri Lagi Dengan SPC BNI ATM!



Salah satu kewajiban saya sebagai seorang mahasiswa tentunya adalah membayar kewajiban tiap semester alias membayar uang kuliah. Biasanya, saya harus datang ke bank di hari kerja, lalu mengisi form khusus universitas, kemudian pergi ke teller dan menyetorkan sejumlah uang yang telah ditentukan.  Lalu transaksi selesai, yang ditandai dengan diberikannya slip transaksi dan ucapan terima kasih yang ramah dari petugas bank. Mudah kan? Mudah memang. 

Tapi, banyak faktor-faktor lain yang membuat proses pembayaran tersebut jadi sedikit tidak mudah. Misalnya, saat tanggal-tanggal muda dan banyak yang ingin menabung di bank, kita terpaksa harus mengantri. Memang tidak ada salahnya mengantri, tapi terkadang proses mengantripun harus terhambat dengan beberapa kegiatan mendesak seperti mengantarkan saudara ke rumah sakit, atau ada jadwal rapat organisasi kampus yang tidak bisa ditinggalkan. Sok sibuk banget? Memang iya! Tapi buktikan sendiri, kesibukan-kesibukan kecil seperti itu justru terkadang membuat kita jadi malas pergi ke bank untuk sekedar membayar tagihan. Karena selalu ada alasan; “Bisa besok kok!”, “Masih lama deadline-nya.”, pokoknya banyak sekali alasannya!


Lalu, muncul sistem pembayaran terbaru di kampus saya. Sistem tersebut diberi nama SPC BNI ATM, atau Student Payment Center BNI ATM, yaitu sistem dimana saya bisa membayar tagihan uang semester menggunakan ATM BNI. Awalnya, saya sempet takut. Beneran bisa atau enggak ya? Kalau sistemnya error bagaimana? Atau nanti sudah dibayar tapi nanti malah tidak terdata. Namun berbekal rasa penasaran, dan panduan lengkap mengenai cara pembayarannya pun sudah ditayangkan dengan lengkap di televisi yang ada di lobi kampus, sayapun memberanikan diri mencoba SPC ATM BNI tersebut. 

Di ATM, kita harus memasukkan kartu dan pin terlebih dahulu seperti biasanya, lalu pada pilihan transaksi, kita memilih opsi MENU LAINNYA, kemudian pilih opsi PEMBAYARAN, setelah itu masuk ke menu UNIVERSITAS, dan selanjutnya memilih kembali menu STUDENT PAYMENT CENTER, nah pada isiannya, kita harus memasukkan kode universitas diikuti dengan NIM (Nomer Induk Mahasiswa), jadi kode universitas saya (Politeknik Negeri Batam) adalah 9059 dan NIM saya adalah 4311201031. Sehingga format pengisiannya hanya dengan mengetikkan 90594311201031. Selanjutnya, data diri kita akan muncul di layar. Setelah memastikan informasi tersebut benar merupakan data diri kita (jangan sampai salah bayar hehehe), maka kita hanya perlu memilih opsi benar. Dan selesai sudah! Slip tanda transaksi kita sudah berhasil akan muncul sebagai bukti pembayaran yang sah. Mudah kan? Mudah sekali! Ditambah kita tidak perlu antri lama di bank, bisa melalui ATM mana saja yang paling dekat dari rumah atau dimanapun kita berada, dan tidak perlu ke kampus lagi untuk konfirmasi pembayaran karena sistemnya sudah terhubung dengan kampus sehingga otomatis siapapun yang membayar melalui SPC sudah terekap datanya secara otomatis.

Sebagai nasabah setia BNI, rasanya menyenangkan sekali sekarang ini BNI telah banyak memberikan pelayanan-pelayanan yang mempermudah nasabah melakukan transaksi. Seperti contohnya SPC ini, yang mempermudah saya dan tentunya teman-teman mahasiswa lain dalam membayar uang kuliah. Dan komitmen BNI untuk bekerja sama dengan banyak kampus, terutama kampus saya, juga patut diacungi jempol. Segala urusan per-bank-an jadi terasa lebih mudah seperti saat saya mendapatkan beasiswa, proses pencairannya mudah. Dan pengalaman menjadi bendahara organiasi yang membuat saya harus memegang rekening  organisasi juga tidak ribet dalam urusan administrasinya. Pokoknya, saya sangat senang karena pengalaman saya bersama BNI selalu diisi dengan kemudahan, kenyamanan dan kepuasan! J

Sunday, July 5, 2015

Tak Berhenti Di Sini

Hidup harus punya tujuan. Itulah kata-kata motivasi pribadi yang selalu terpatri dalam benak gue setiap kali putus asa dan bingung mau ngapain ketika menjalani hidup ini.

Eilaah, mungkin kedengaran lebai, tapi semakin dewasa gue, semakin gue menyadari bahwa tanpa tujuan bikin hidup jadi buntu.

Awal-awal masuk kuliah, gue sempet ngerasain hidup buntu karena merasa salah jurusan. Rasanya cita-cita, passion dan harapan dibuang begitu saja ke tempat yang jauh tak tergapai lagi. Untuk pertama kalinya dalam hidup, gue merasa salah langkah. Walaupun IPK lumayan dan bisa mengukir beberapa prestasi, rasanya tetap bagai sayur tanpa garam, hambar. Walaupun banyak yang bilang, "Banyak yang kerjanya nggak sama lho sama jurusan kuliahnya...", "Nggak pa-pa, jalanin aja. Masa depan sudah ada garisnya..." Rasanya tetap nggak bisa menghapus penyesalan ini.

 Tapi kemudian, untuk pertama kalinya sejak gue kehilangan semangat beberapa tahun lalu, gue menemukan lagi satu tujuan, yaitu sebuah beasiswa master, yang sedang gue perjuangkan mati-matian diam-diam.

 Gue merasakan kembali rasanya gimana waktu yang berjalan terasa cepat, rasanya punya sesuatu yang bisa jadikan doa setiap kali gue menghadap Allah, rasanya ingin mengembangkan dan memperbaiki diri hingga menjadi orang yang layak untuk menerima berkah itu, bukan hanya menjadi orang yang beruntung.

 Tentunya, di masa depan pasti tak akan mentup kemungkinan gue masuk ke pintu kegagalan, tapi setidaknya kalau kemungkinan terburuk itu datang, gue masih diberi kesempatan Allah untuk hidup dalam semangat selama dua tahun belakangan ini, nggak terus-terusan terkubur dalam kegalauan. :) Good night ☺

Saturday, July 4, 2015

Bukan Dongeng Sebelum Tidur



Kita melihat, tapi tak bicara 
Kita berpapasan, tapi tak menyapa
Kata teman-temanku biarkan saja, 
senyummu pasti berlalu seiring waktu
Seperti arus menghapus coretan nama di pasir laut

Tapi apa harus begini jadinya? 
Perasaan menggebu hilang begitu saja tak terkatakan 
Rasanya seperti melukis di awan indah tapi sia-sia dihapus hujan 

Lalu harus bagaimana? 
Mencoba berjalan maju membawa serpihan-serpihan yang bahkan tanpa kenangan, berharap hilang ingatan dan menjadi setegar denting detik jam tua yang tak akan memutar kembali masa lalu

Atau terjebak sendiri, disini, bersama harapan dan doa-doa yang buta seperti bermimpi?