Thursday, August 18, 2011

Review Novel Supernova ; Petir karya Dee Lestari

Untuk pertama kalinya, gue membaca bukunya mbak Dewi "Dee" Lestari. Itu lho, penulis *ya jelas lah* yang juga penyanyi. Yang gue baca adalah bukunya mbak Dewi yang judulnya Supernova ; Petir. Ini adalah buku ketiga *kalo ga salah* dari beberapa seri buku Supernovanya mbk Dewi Dee yang lain. Tapi baca buku yang ketiga, bukan berarti kalian nggak bisa ngikutin alur 2 buku sebelumnya karena kisahnya BEDA! Misal di buku kedua, menceritakan tentang cowok lesbian. Di sini, bukan si tokoh utama di buku kedua yang diceritakan, melainkan orang lain yang nggak ada hubungannya sama si tokoh di buku supernova yang sebelumnya.


Oke, sebelum gue kasih komen-komen mengenai buku ini, cekidot sinopsisnya :


Tak ada cara untuk menggambarkannya dengan tepat. Tapi coba bayangkan ada sepuluh ribu ikan piranha yang menyergapmu langsung. Kau tak mungkin berpikir. Tak mungin mengucapkan kalimat perpisahan apalagi membacakan wasiat. Lupakan untuk berpisah dengan manis dan mesra seperti di film-film. Listrik membunuhmu dengan sensasi. Begitu dashyatnya. engkau hanya mampu terkulai lemas. Engkau mati tergoda.


Oke, jadi ini adalah buku yang menceritakan tentang perjalanan seorang cewek bernama Electra, yang biasa dipanggi Etra. Jadi dia ini punya kelebihan berupa "kelebihan muatan listrik" dalam tubuhnya sampai-sampai kena epilepsi. Ayahnya tukang listrik dan dia kena epilepsi (penyakit kelebihan listrik dalam tubuh). Dan ayahnya pecinta listrik.

Diceritakan sejak kecil Etra menjadi bayang-bayang Watti, kakaknya. Sampai Etra menganggap Watti sebagai "CiCa" (Cina Cantik) dan dirinya sebagai "CiA" (Cina Aja). Setelah dewasa, Watti menikah dengan seorang dokter yang bekerja di Freeport, Papua. Watti menikah tak berapa lama setelah ayah mereka meninggal. Tinggalah Elektra sendirian.

Etra harus kelimpungan jadi pengangguran yang hanya mengandalkan hidupnya dari uang warisan ayahnya. Makannya Indomie setiap hari, nggak pernah berhasil dalam bisnis MLM sampai akhirnya hampir putus asa.

Dalam masa pencarian kerjanya Elektra menerima surat dari sebuah perguruan tinggi alam gaib yang menawarkan dirinya untuk menjadi asisten dosen. Penasaran dengan tawaran itu Elektra mencoba memenuhi persyaratan 'aneh' yang diajukan dan membawanya bertemu dengan seorang dukun, di sinilah Elektra mulai menyadari bahwa dalam dirinya terdapat aliran listrik yang mampu membuat dukun tersebut tersetrum.

Akhrinya dalam suatu kesempatan Elektra bertemu dengan Ibu Sati seorang paranormal yang akan memberinya petunjuk untuk mengendalikan dan mempergunakan keunikan yang ada dalam diri Elektra .

Melalui Ibu Sati ini pula Elektra akhirnya mendapat ilham untuk membuka sebuah usaha Warnet bersama teman-temannya , tidak itu saja Elektra juga akhirnya membuka praktek pengobatan berkat aliran listrik yang ada dalam dirinya.

Kisah perjalanan hidup Elektra juga diwarnai masalah cinta-cintaan. Yaitu waktu Elektra dapet ilham buat bikin warnet dan bekerja sama dengan seorang cowok bernama Tony yang misterius namun baik hati. Tony ini hacker profesional yang duitnya banyak cuma "merakyat".

Baca buku ini, dijamin kalian bakalan dibuat tertawa karena ceritanya lumayan lucu. Bukan lucu yang kalian bisa dapetin pas baca buku Raditya Dika atau PJP-nya @poconggg. Tapi humor yang terselip di dalam ceritanya yang muncul begitu saja tanpa perlu si penulis harus membuat cerita lucu *bingung?*

Buku ini juga disampaikan dengan bahasa yang ringan (padahal gue kira novel berat) yang menyenangkan. Dan mengangkat tema yang masuk akal ditemui dikehidupan sehari-hari namun tidak pasaran.

Pokoknya setelah baca buku ini, gue sudah menempatkan Dee sebagai penulis favorit gue.

2 comments:

  1. Gue juga penggemar beratnya Dee Lestari :D Buku2nya memang bagus2. Blogwalking yaa :D

    ReplyDelete
  2. Bagaimana dengan Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh? Kalau kamu bilang kisah Elektra ini bagus, itu belum seberapa kalau dibandingkan dengan seri pertama Supernova yang fenomenal ini. Bahkan, aku ngejadiin Supernova 1 ini sebagai bahan skripsi dan pas sidang, dosennya cuma manggut2 ga ngerti. Hehe.

    ReplyDelete

Ayo dikomentarin... :)