Showing posts with label All Post. Show all posts
Showing posts with label All Post. Show all posts

Monday, August 8, 2011

Selama Puasa

Halo folks. Nggak terasa banget udah puasa dan walaupun udah semingguan (baca : telat banget), gue mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Semoga ibadah kalian diterima di sisi-Nya. Brave! Amin.

Oke, bicara soal puasa, nggak akan pernah lepas dari yang namanya lapar dan haus. Terutama ya masih dalam suasana awal-awal seperti ini. Buat kalian yang merasa kurang kerjaan untuk nunggu buka (dan nggak ada panggilan hati untuk tadarusan. hehe) gue kasih tips sbb :

1. Nonton film. Durasi film itu lumayan lama. Sekitar 1 - 2,5 jam. Jadi dijamin bakalan ngabisin waktu banget. Apalagi kalau filmnya keren. Kalo gue sih, nggak nonton film dalam artian nonton bioskop. Tapi ngerental film di Ezy atau Odiva atau beli b*j*k*n. Hemat men!

2. Baca buku. Nggak semua orang suka baca buku. Tapi buat yang suka, cara ini bisa jadi alternatif cepat.

3. Tidur. Ini nih cara megalitikum yang masih berlaku sampai jaman makhluk Homo Sapiens (buat yang nggak tau, Homo Sapiens itu bukan sejenis klan sapi. Tapi nama kerennya MANUSIA). Yang nggak suka nonton atau nggak punya mud baca. Silahkan lakukan hal ini dari siang sampai sore hari.

Semoga puasa kalian menyenangkan. Good Luck :)

Thursday, June 30, 2011

Review Novel Refrain -- Winna Efendi

Gue denger tentang buku-buku Winna Efendi setelah lihat komentar di salah satu milis dan grup yang gue ikutin, dan banyak dari komentar itu bilang buku Winna Efendi bagus banget.

Gue pun akhirnya penasaran, dan kebetulan lagi libur, gue akhirnya memutuskan mencari buku Winna Efendi di Gramedia. Dan hasilnya?! Winna Efendi langsung sukses masuk di daftar penulis favorite gue.

Gimana ya, gue nggak bisa ngasih komentar apa-apa karena buku Winna ini bikin gue speechless. Apa adanya, mengalir, jujur dan tidak munafik. Apa yang ditulis dalam novelnya benar-benar tidak membuat kita berfikir kalau tulisan itu hanya cerita.
Dan dua buku Winna yang langsung gue beli pada saat itu juga, gue habiskan dalam waktu 2 hari. Hehe! Padahal sih rencananya, 2 buku itu buat ngisi 2 minggu liburan gue :)

Buku pertama winna yang gue baca adalah Refrain.
Cover buku ini unik karena gambar surat di cover buku ini itu ternyata bukan gambar tapi bener-bener surat warna biru yang ditempel. Jadi kalau suratnya dicabut, cover bukunya bakalan polos aja.

Sinopsis :


Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.

**

Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cinta harus ada yang terluka.

Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.

Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena persahabatan itu sendiri.




Review :


Buku ini menceritakan tentang Niki dan Nata yang sudah bersahabat sejak kecil. Mereka bertaruh, siapa yang kira-kira bakalan jatuh cinta duluan. Dan Nata ketika kecil, menjawab kalau pasti Niki yang bakalan jatuh cinta duluan.

Semakin besar, Nata sadar kalau perasaannya ke Niki bukan hanya sekedar teman. Dia sadar dia mulai cemburu ketika teman-teman cowoknya pada bilang Niki cantik. Atau jadi sering marah-marah kalau Niki dekat dengan cowok lain. Nata juga tidak suka Niki ikut cheers. Dan semakin tidak suka lagi ketika Niki pacaran dengan cowok keren dari sekolah lain yang namanya Oliver.

Suatu hari, muncul anak baru pendiam bernama Annalise. Anak seorang model terkenal yang sedih dengan keadaan di mana ia selalu merasa sendirian. Ibunya terlalu sibuk dan kedua orangtuanya bercerai. Kesibukan ibunya untuk pindah-pindah tempat tinggal juga membuat Annalise takut berteman, karena jika terlalu dekat, takutnya akan membuat dirinya sulit mengucapkan selamat tinggal kalau ia harus pergi nantinya.

Di sekolah barunya, Annalise bertemu dengan Nata dan Niki yang lalu menjadi sahabatnya. Setelah lama berteman, baru tanpa sengaja ketahuan Annalise naksir Nata. Namun Annalise tau kalau Nata suka sama Niki. Annalise takut mengakui karena tau, kalau hubungan merekan bisa jadi tidak akan sedekat sebelumnya kalau Nata tau Annalise naksir Nata.
Namun hubungan mereka bisa diatasi.
Dan tak lama kemudian, Nata naksir Niki juga ketahuan oleh Niki sendiri, melalui buku lirik Nata yang seluruh lagunya ia ciptakan untuk Niki. Juga kemudian terungkap kalau Nata-lah, sang Penggemar Rahasia yang mengirimi Niki surat saat hari valentine.

Dan untuk alasan yang tidak diketahui Nata, Niki menjauh. Niki merasa kalau hubungan mereka memang tidak bisa dirasakannya seindah persahabatan merekadulu.

Karena setelah itu Niki tidak bisa curhat masalah Oliver lagi ke Nata, dan Niki juga tidak bisa bercerita tentang Nata dan Annalise. Hubungan mereka sudah tidak sama lagi.
Sampai kemudian Niki tau kalau ia juga mencintai Nata...
Sampai Niki sadar kalau Oliver hanya jadi pacarnya untuk melupakan cinta sejatinya...
Dan sampai Niki harus merelakan Nata yang harus sekolah musik di New York.

Endingnya tenang aja, hepi kok! Dan gue bersyukur karena gue nggak terlalu suka sama buku yang endingnya bikin nangis-nangis :D


Rate gue : 9, 9 skala 10! manteb


P.S : Dan mungkin ini kisah cinta biasa dan sederhana, tapi Winna menyampaikan tulisannya dengan begitu baik :D Dan jalan menuju ending yang selalu penuh kejutan.

Tuesday, June 14, 2011

Review Novel Luna -- Julie Anne Peters

Penerbit: Gramedia

Terbit: September 2005

Tebal: 297 hal

Soft cover

Harga: Rp 35.000



Kembali dengan sebuah resensi novel, kali ini gue mau nge-rewiew novel terjemahan karya Julie Anne Peters yang judulnya Luna. Secara keseluruhan, gue cukup suka novel ini. Yang gue sayangkan adalah, novel ini mungkin nggak termasuk best seller di Indonesia, padahal di Amerika, ini buku udah menerima banyak penghargaan karena inti cerita yang sarat akan pesan moral. Pesan moralnya sendiri berupa ketidakadilan yang diterima orang-orang yang "berbeda" (di buku ini berarti transgender).

Luna menceritakan tentang seorang cewek bernama Regan, yang punya abang yang nggak normal, Liam. Nggak normal karena Liam transgender. Jadi cowok itu punya jiwa yang cewek banget. Dan merasa membenci fisiknya karena ganteng dan cowok banget. Seumur hidupnya, Liam sayang dengan Regan walaupun sering iri karena Regan begitu cantik.

Reganlah, orang yang paling mengerti Liam. Regan merelakan kamarnya dijadikan markas Liam untuk berdandan, mencoba gaun baru setiap malam. Sampai-sampai Regan sering nggak bisa tidur. Liam punya nama cewek tersendiri. Luna -- Gadis yang bisa terlihat hanya ketika ada bulan-- dalam artian, Luna hanya bisa dilihat malam-malam karena kalo siang dia jadi cowok dan malemnya dia jadi cewek. (eits, tapi jangan samain Luna/Liam kayak banci-banci taman lawang, beda banget!)

Selain tidak tidur, pengorbanan lain Regan adalah dijauhi teman-teman satu sekolahnya yang mencium keanehan Liam, walaupun mereka semua salah sangka mengira Liam itu homo.

Suatu hari, muncul seorang cowok bernama Chris. Regan langsung naksir Chris dan Chris juga sepertinya naksir Regan. Dibuktikan dengan Chris mengajak Regan malam mingguan. Namun sayang, disaat-saat membahagiakan itu, Regan harus memilih. Membantu Luna yang tertimpa masalah atau malam mingguan sama Chris.

Regan mengalah. Namun untuk selanjut-selanjutnya, Regan lelah juga. Ia akhirnya mengambil keputusan tegas, memaksa Luna untuk mengurusi masalah transegendernya sendiri. Walaupun pada akhirnya Regan menyesal, karena membuat Liam begitu sedih. Apalagi Regan sadar, satu-satunya orang yang bisa Liam andalkan seumur hidup hanya Regan. Bukan ibu mereka, apalagi ayah mereka yang pasti langsung membunuh Liam--atau seenggaknya mengusir Liam dari rumah-- kalau mereka tau anaknya transgender.

bla bla bla... cukup banyak konflik setelah itu. Untuk pembahasaan, seperti para novel-novel terjemahan lain, novel ini punya kosa-kata yang "lumayan cerdas" diseling spoof khas bule.

Terakhir, novel ini ditutup dengan Regan yang begitu sedih karena Liam memutuskan untuk pergi ke luar negri dan memutuskan melakukan operasi ganti kelamin.
Untuk masalah Chris, justru Regan harus bersyukur karena cowok itu bener-bener suka sama Regan. Jadi Chris memaklumi masalah demi masalah yang Regan alami karena Liam.


Rate gue : delapan dari skala 10! :D