Thursday, October 30, 2014

C-R-A-F-T-I-N-G

Ngomongin hobi alias kesukaan kita dalam melakukan sesuatu terkadang melahirkan jutaan jawaban (mode:lebay on), mulai dari hobi yang asik dan bermanfaat, sampai hobi yang nggak asik dan nggak bermanfaat. Beruntung, gue punya salah satu hobi mengasyikkan yang menurut gue bermanfaat juga. So, that's why I always tried to set aside time to do it. That's crafting!

Crafting alias melakukan Do-It-Project sangat mengasyikkan buat gue. Gue senang melihat bagaimana gue bisa membuat my own unique things yang biasanya dipajang di Etsy dengan harga selangit. Gue bangga bagaimana bisa melakukan sesuatu terhadap barang-barang nggak kepakai di rumah gue dan menjadikan mereka punya nilai, misalnya baju-baju bekas gue guntingin terus dijadikan kalung. Jadi, crafting ternyata punya distribusi juga untuk Go Green (remember recyling, right). Selain itu, gue juga bisa kenalan sama craft-blogger lain setiap kali gue lagi cari inspirasi.

 Biasanya, gue melakukan kegiatan D-I-Y ini saat weekend atau hari libur. Selain nyuci pada hari-hari itu gue nganggur di rumah.Yang gue suka adalah bikin aksesories cewek gitu deh.Sesekali aksesoris buatan gue dipinjem sama temen-temen gue yang kerjanya nyanting nggak mau beli hahaha *just kidding kok :p*

temen-temen gue pas pakai flower crown handmade gue untuk photoshoot kelas mereka :)

Omesh, my best friends take photoshoot with my crown too :p

"Postingan ini diikutsertakan dalam Giveaway untuk merayakan 6 tahun blog Aul Howler"

Friday, October 24, 2014

Pura-Pura Tak Jatuh Cinta







Ada seorang cewek, sebut saja namanya Bunga. Bunga ini adalah seorang mahasiswa jurusan Informatika semester dua yang masih labil, masih agak alay dan masih lebay. Labil karena Bunga seringkali bingung dengan apa yang harus dilakukannya sebagai seorang manusia. Misalnya Bunga pengen banget diet supaya berat badannya jadi lebih proporsional, tapi sering banget pura-pura lupa kalau lagi diet supaya bisa ngemil cokelat malem-malem. Agak alay karena masih sering bikin status Facebook pake tulisan g3dhe-KeChil, dan lebay karena masih belum bisa meletakkan dirinya di bawah kontrol. Misalnya pas lagi patah hati, Bunga bakalan dengerin lagu sedih melulu dari pagi sampai pagi lagi. Kalau dengerinnya pake headset nggak pa-pa juga, tapi terkadang Bunga lebih suka dengerin musik pake sound system anyar bokapnya hingga membuat tetangga-tetangganya dendam tujuh turunan.

Dan kini... Bunga si Labil, Alay dan Lebay sedang jatuh cinta. Lelaki itu, sebut saja bernama Kaktus. Pertemuan mereka pertama kali terjadi di salah satu acara seminar kampus. Kaktus bukanlah lelaki sempurna. Dia bukan Edward Cullen yang bisa ngajak Bunga lari-lari di hutan dengan kecepatan tinggi tanpa harus nabrak pohon. Dia juga bukan Harry Potter yang bisa memberikan apa saja pada Bunga dengan kekuatan sihirnya. Tapi dia, adalah seorang Kaktus. Kaktus adalah Kaktus. Dia adalah dirinya sendiri.

Dari tampang, Kaktus standard. Tidak bisa dibilang tampan atau kurang tampan. Dari segi materi, dia pun bukan anak pengusaha batu bara yang duitnya unlimited, juga bukanlah anak yang kekurangan sampai harus bela-belain banting tulang untuk bayar uang kuliahnya sendiri. Intinya : dari sisi manapun Kaktus adalah orang yang standard.

Tak ada yang luar biasa dari Kaktus. Tapi sejak mengenal Kaktus, Bunga jadi bisa merubah prospeknya mengenai pria idamannya. Bagi Bunga, sejak mengenal Kaktus, pria idaman tak hanya sekedar pria sempurna seperti di novel-novel teenlit : cool, anak basket, ketua osis, bawa mobil sport, pake sepatu Nike dan digilai banyak cewek. Pria idamannnya entah mengapa adalah pria seperti Kaktus saat ini. Tak perlu sempurna, yang penting bisa merasuk dalam mimpi-mimpi indahnya setiap malam dan membuat jantungnya senantiasa berdebar-debar karena mendamba.

Walaupun mereka jarang mengobrol, Bunga bisa merasakan di setiap kesempatan langka itu, obrolan mereka nyambung. Dan walaupun jarang bertemu, Bunga bisa merasakan di setiap kesempatan langka itu, pertemuan mereka selalu memberikan kenangan yang indah untuk dikenang.

Setelah bertemu Kaktus beberapa minggu lalu, Bunga menyadari bahwa kepribadian seseorang itu jauuuh lebih berharga daripada tampang dan harta. Bunga seneng banget pas dapet pin BB-nya Kaktus. Setiap menit dia mantengin Recent Update berharap kalau ada update terbaru dari Kaktus. Setiap hari, Bunga harap-harap cemas dan berdoa semoga sekali-sekali Kaktus BBM dia duluan. Tapi yaah... Harapan sia-sia. Memang, Bunga menemukan kecocokan diantara mereka berdua. Tapi entah mengapa Bunga merasa kehilangan harapan karena
Suatu hari, Bunga yang jatuh cinta diam-diam, harus benar-bener merasakan rasa sakitnya jatuh yang sesungguhnya setelah sebelumnya rasa jatuh itu tak terasa karena pengaruh hormon cinta.

Pelan-pelan, cinta mulai menunjukkan sisi antagonisnya. Dia memperlihatkan kepada Bunga bagaimana cinta itu tak selamanya indah. Ada dua sisi cinta, kini Bunga menyadari, yaitu bright side dan dark side. Bright side adalah ketika kita pertama kali jatuh cinta, ketika cinta kita berbalas, ketika kita bisa duduk berduaan di pinggir laut sambil mantengin bintang-bintang jatuh. Ya. Bright side. Dunia akan terasa indah, cerah dan bersahabat.

Sedangkan dark side adalah ketika kita menyadari bahwa cinta kita tak punya harapan. Seseorang yang membuat kita jatuh cinta ternyata jatuh cinta juga, tapi pada orang lain. Atau ketika cinta itu sebenernya ada harapan, namun harapan itu padam seketika karena alasan-alasan yang tak bisa disangkal.

Yah... Cinta menunjukkan kepada Bunga dark side dari perasaannya ketika seorang wanita- sebut saja Kamboja - mengatakan pada Bunga bahwa ia juga jatuh cinta dengan Kaktus. Salahku sendiri, Bunga selalu menyalahkan dirinya sendiri karena selama ini memendam perasaannya pada Kaktus sendirian. Jadi Bunga merasa serba salah. Ia tak mungkin melanjutkan perasaannya pada Kaktus ketika ia tau bagaimana perasaan Kamboja pada Kaktus. Membiarkan perasaannya berlanjut berarti berkhianat menurut Bunga, walaupun hatinya menyangkal, karena untuk mundur pun hatinya sudah terlalu sulit untuk diajak bekerja sama.

Kini, Bunga melihat bahwa Kamboja bergerak cepat. Kaktus dan Kamboja menjadi dekat. Dan Bunga kehilangan harapannya bahwa perasaannya akan berbalas.

Bunga kini hanya bisa berpura-pura tak jatuh cinta, memendam perasaannya lewat canda dan tawanya, berusaha sembunyikan perasaan dan debar jantungnya saat Kaktus mengajaknya berbicara. Berharap dalam hati pada masanya kelak, debar jantung yang menggila itu akan menurunkan ritmenya.

Bunga kini hanya bisa berpura-pura tak jatuh cinta, memendam perasaan lewat saran dan semangatnya, saat Kamboja berbicara tentang Kaktus kepadanya. Berharap, pada masanya kelak, cerita indah Kamboja dan Kaktus tak lagi membuatnya patah hati.

Dan kini, walaupun sulit, Bunga berusaha untuk mencari Kaktus yang lain. Seseorang yang dapat Bunga cintai hanya dengan menjadi dirinya sendiri, seseorang yang membuatnya nyaman dan seseorang yang tak hanya berinya harapan tapi juga membuat mereka memiliki sebuah harapan yang sama yang akan mereka wujudkan bersama-sama...

Thursday, September 4, 2014

Pengalaman Placement Tes di English First dan New School of Chambridge

Hallo everibadi... Wah udah lama gue nggak nongol di blog ini dan rasanya capek banget gue ngelap-ngelapin debu yang sudah bertebaran di sini hehehe...

Yah kali ini gue ingin berbagi pengalaman mengenai Placement Test di dua tempat kursus yang berbeda. Yaitu English First dan New School of Chambridge Batam. Keduanya adalah tempat kursus yang cukup punya nama di Batam dan punya banyak sekali testimonial yang positif. Semoga, pengalaman gue kali ini bisa membantu kalian semua yang sedang mencari informasi mengenai kursus di Batam.

Oke, gue mulai dari Placement Test di EF dulu. Biaya yang dikenakan di EF untuk Placement Test-nya sendiri adalah seratus ribu rupiah, dan tesnya berupa interview dan tes menggunakan komputer. Tes komputernya sendiri terdiri dari 3 bagian, yang pertama adalah Grammar, kedua Listening dan yang ketiga adalah Reading. Untuk soal komputernya sendiri, Listening dan Readingnya sendiri menurut gue cukup mudah. Sedangkan kelemahan gue di Bahasa Inggris adalah grammar jadi no comment deh sama soal-soalnya. 

Setelah melakukan tes komputer kurang lebih 30 menit, gue dipanggil naik ke lantai 2 untuk sesi wawancara yang dilakukan oleh salah seorang teacher di sana. Sedikit kekecewaan melanda gue ketika yang mewawancarai gue bukan native, padahal selama gue ngubek-ngubek Google semuanya bilang sesi wawancara bakalan di laukan sama bule. Sesi ini sendiri cukup lancar walaupun gue di tengah jalan terkadang speechless. Si pewawancara ini memerintahkan gue untuk memperkenalkan diri dan setelah itu dia menanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti hobi, apa yang gue lakukan di waktu luang dst. 

Sesi interview ini sendiri nggak memakan waktu cukup lama, hanya sekitar 5 menit aja. Selanjutnya gue disuruh ke lobi untuk menunggu hasil test gue. 

Dan tadaa!

Hasilnya intermediate. Cukup lumayanlah. Dan pada level ini gue bisa join ke dalam kelas Conversation. Tapi untuk beberapa alasan dan pertimbangan, gue belum bisa memilih EF, jadi gue mencoba survei dan melakukan Placement Test di satu tempat lagi, yaitu New School of Chambridge.


Pada awal pertama kita masuk, kita akan bertemu Mbak-mbak jawa berjilbab yang ditemani oleh bule. Nah, gue udah mulai interest nih dari awal. Langsung setelah gue bilang gue tertarik gue diajak untuk ikutan Placement Test. Sama seperti di EF ada 2 tahapan yang harus gue jalani, yang pertama adalah wawancara dan yang kedua adalah tes tertulis. Karena gue -pengen coba kelas untuk IELTS/TOEFL, maka ada dua lembar soal yang harus gue kerjakan. Yang pertama adalah soal yang untuk reguler dan yang kedua adalah IELTS Prepared. Dan.... suerr! Susah banget! Ibaratnya kalau di EF tingkat kesulitannya 6 dari 10, di NSOC ini tingkat sulitnya 8 atau 9. Bahasa Inggrisnya bo, susah habis! Soalnya lebih kompleks, kalau di EF soalnya adalah pilihan ganda semua, di NSOF soalnya berupa pilihan ganda, menulis cerita pendek dan mengisi titik-titik yang kosong dan menulis kalimat dengan tenses tertentu. Dalam 30 menit ada beberapa soal yang nggak gue kerjakan. Pusing!

Tes wawancara dilakukan selama gue mengerjakan soal. Jadi si bule datang dan duduk di depan gue, kemudian mulai menanyai gue. Sama seperti di EF dia meminta gue untuk memperkenalkan diri, dan setelah itu gue mulai ditanyai mengenai keseharian gue, liburan gue dan banyak lagi. Pada akhir sesi dia menanyakan apakah gue punya pertanyaan untuk dia. Tanpa pikir panjang gue pun menanyakan, asalnya dia, berapa lama dia tinggal di Indonesia, apakah dia bisa bahasa inggris. Dia juga menceritakan mengenai pekerjaannnya. Entah ada angin apa gue berhasil mengerti percakapan diantara kami berdua walaupun ada beberapa kalimat yang dia ucapkan bikin gue bingung. 

Setelah selesai gue menunggu lagi di lobinya. Di sana gue melihat kalau tes wawancara gue cukup oke. Nilai speaking gue good dan nilai listening gue OK. Tapi gue harus menunggu sampai besok untuk hasil tes tertulisnya untuk melihat level gue udah sampai dimana agar gue nggak salah kelas. Gue pun memutuskan untuk memilih di NSOC daripada di EF setelah pengalaman gue sendiri di kedua tempat itu.

Semoga pengalaman gue ini berguna ya untuk kalian yang ingin kursus bahasa inggris!

See youuu!!!

Saturday, August 23, 2014

Benarkan Cinta Bawa Bahagia?

Heem... lanjutan curhatan alayers alias gue tahun lalu. Kisah Bunga sebelumnya  baca post ini :)

Berbulan-bulan berlalu, Bunga mencoba move on dari Kaktus. Berhasilkah? Bunga berusaha meyakinkan siapa saja yang bertanya padanya bahwa ia sudah move on. Bunga nggak mau, kalau orang-orang melihat bahwa ia ternyata tak sekuat apa yang diperlihatkannya kepada orang lain. Bunga ingin terlihat kuat seperti bunga

Thursday, July 10, 2014

Bertanya...




Gue bingung. Terkadang gue bertanya-tanya, kenapa Tuhan menciptakan hati kita ini fleksibel banget? Detik ini suka sama si A, detik berikutnya suka sama si B.

Gue bertanya... Jika Tuhan menciptakan cinta untuk mempersatukan kita, kenapa Tuhan menciptakan garis batas, baik kasat mata dan nggak kasat mata di antara dua orang yang saling mencintai? Garisnya batasnya banyak, lagi! Seperti perbedaan kasta dan agama... atau mungkin perbedaan kelamin? Dan kebanyakan berakhir pada perpisahan padahal mereka mencintai...

Gue juga bertanya... kenapa harus... satu orang dapat mencitai tapi yang satunya lagi tak bisa mencintai kembali? Apa susah ya, untuk melihat bahwa apa yang kita lakukan semua untuknya dan tanpa pamrih. Apa satu orang itu terlihat terlalu kuno, kutu buku, terlalu tinggi, terlalu bikin ilfil?

Gue bertanya... kenapa... Tuhan menciptakan cinta yang nggak semestinya. Kenapa Tuhan nggak menciptakan saja satu manusia dengan satu jodohnya. Jadi, tak ada cinta jika belum menemukan ciptaannya. Walaupun imbasnya... mungkin tak ada novel cinta, film cinta, yang tokohnya berselingkuh, yang tokohnya sakit hati... karena cinta mereka cuma satu. Tapi, sakit hati karena di dua, sakit karena tak ditakdirkan bersama... tak muncul lagi, kan?

Dan gue juga bertanya... kenapa? Kenapa? Sepasang insan yang mencintai dan dicintai, hidup bahagia sampai mati, tanpa rasa bosan, tanpa rasa tertekan dan dalam lingkupan kasih yang semakin lama semakin menggunung, kebanyakan hidup hanya dalam fiksi.

Tuesday, July 16, 2013

Pengakuan Tini dan Pelabuhan Joko

Dua atau tiga hari ini bisa dibilang jadi hari yang paling bikin gue sakit kepala.

Ini bukan cuma masalah hape senter gue yang hilang di warteg, bukan cuma tentang IP gue yang turun pangkat gara-gara satu mata kuliah paling bikin tensin, dan bukan cuma masalah THR yang belum cair-cair dari abang-abang gue. Intinya, ini bukan sekedar bokek nggak punya duit.

Ini masalah cinta. Masalah hati. Lebih tepatnya, masalah patah hati.

Dalam pikiran gue, terkadang berpura-pura tidak tau itu lebih baik daripada tau. Jadi itulah yang gue lalukan. Gue naksir seorang cowok, sebut saja namanya Joko, senior gue di kampus.

Satu hal dari Joko yang paling bisa bikin cewek-cewek klepek-klepek adalah sikapnya yang penuh perhatian dan humoris. Dan gue adalah salah satu dari bejibun cewek yang memutuskan melabuhkan hati ke dia, tanpa memikirkan apakah gue akan diterima di pelabuhan hatinya hehehe (kalau mau muntah, muntah aja. Gue udah duluan kok).

Dari sikapnya, setiap cewek bisa jadi salah paham. Dia sosok yang terlalu lembut untuk dijadikan temen, dia sosok yang terlalu charming untuk dianggap temen dan dia sosok yang terlalu perhatian untuk diabaikan. Intinya, dia adalah most wanted male... Bukan most wanted friend...

Jadi pada suatu hari, seorang temen gue bilang ke gue tentang perasaannya ke Joko. Gue emang nggak terkejut dengan pengakuan itu, karena seperti yang gue bilang sebelumnya, pura-pura nggak tau terkadang lebih baik daripada tau. Jadi itulah yang gue lakukan, pura-pura tidak tau apa yang menjadi kecurigaan gue tentang perasaan temen gue itu ke Joko.

Walaupun gue udah curiga tentang perasaan Tini, sebut saja begitu, ke Joko, gue nggak pernah berharap Tini bakalan cerita ke gue tentang perasaannya. Karena gue tau Tini tidak menceritakan perihal perasaannya ke Joko untuk minta pendapat atau saran. Hanya sekedar memberi tahu. Karena kami bukan teman dekat. Gue jadi curiga, mungkin Tini sengaja melakukannya karena dia sebenarnya menyadari gue juga menyukai Joko. Tapi dia berpura-pura tidak tau tentang perasaan gue ke Joko, seperti yang gue lakukan selama ini; pura-pura tidak tau kalau Tini naksir Joko.

Tapi bedanya Tini dibandingkan gue adalah, gue bukanlah orang yang gamblang menyebar luaskan apa yang gue rasakan pada orang lain. Jadi apa yang Tini lakukan membuat gue pelan-pelan, walaupun sulit, mencoba move on.

Gue tau, pengakuan Tini ke gue seperti membuat sebuah pemisah tak kasat mata antara gue dan Joko. Gue nggak bisa mengobrol dengan Joko secara lebih deket tanpa memikirkan pengakuan Tini. Gue nggak bisa melakukan apa-apa, untuk menjadi lebih dengan Joko, tanpa mengingat pengakuan Tini.

Gue sadari, ketidakberanian gue untuk jujur membuat gue akan jadi pengkhianat jika terus dekat dengan Joko. Walaupun gue mengenal Joko lebih dulu, mengobrol dengan Joko lebih dulu dan menyadari gue naksir Joko lebih dulu dibandingkan Tini. Karena, gue naksir berat sama Joko sejak first time kita ketemu. Jauh lebih dulu daripada Tini mengenal Joko.


Terkadang, gue menyalahkan diri gue karena mendengarkan apa yang Tini katakan. Terkadang gue menyalahkan Tini, karena berkata jujur pada gue. Terkadang. Gue menyesali, kenapa gue dan Tini tidak sama-sama bersikap diam. Sama-sama bersikap seolah-olah tidak tau perasaan masing-masing terhadap Joko. Semoga, pada akhirnya, Joko, gue dan Tini bisa menemukan seseorang yang tepat. Seseorang yang bikin gue, Joko dan Tini jadi orang yang lebih baik.

Friday, December 7, 2012

Perkenalkan Ini Adalah Pariwisata Kota Batam


Ketika anda mendengar kota Batam, apa yang terlintas di benak anda? Kota Industri kah? Atau tempat transit menuju Singapura? Kalau itu yang anda pikirkan, saya akan memperkenalkan wajah kota Batam kepada anda. Namun, dari sisi pariwisatanya ;)

Pariwisata Batam saat ini memang sedang mengalami perkembangan pesat. Karena itulah pemerintah Batam belakangan ini gencar berkampanye mengenai Visit Batam. Tujuannya, untuk menarik para wisatawan dari mancanegara maupun Indonesia sendiri untuk mengunjungi kota Batam. Yang ditawarkan kebanyakan wisata pantai (karena memang Batam memang memiliki banyak pantai) dan pusat-pusat perbelanjaan yang menjamur di Batam. Yang tentunya, menawarkan berbagai produk dengan harga terjangkau.

Untuk wisata belanja dan pantai, saya rasa kalau anda berkunjung ke Batam, akan sangat mudah mencari informasi mengenai dua hal itu. Untuk itu, saya akan memberikan informasi yang “agak-agak nggak gampang dicari” kalau anda adalah seorang wisatawan, sehingga kalau anda sudah mencoba jalan-jalan ke pantai dan belanja, anda bisa mampir ke tempat lainnya.

Yang pertama adalah pasar barang bekas. Di Batam Tanjung Sengkuang adalah surganya tempat penjualan barang bekas. Biasanya yang dijual adalah barang-barang ex-Singapore yang masih bagus-bagus. Barang yang dijual beragam, mulai dari sepatu branded asli, alat-alat elektronik, baju sampai perlengakapan rumah tangga dan properti untuk di rumah. Selain itu juga terdapat toko/kios yang menjual barang-barang antik yang cocok untuk koleksi. Kalau pintar memilih, anda tidak akan rugi. Bisa jadi anda untung bisa menemukan barang branded asli dengan harga murah. Atau “harta karun” langka seperti Saudara saya dari Jawa yang mampir ke Batam, lalu menemukan tas “Army”(ex tentara Amerika) asli dari US dan bisa dibawa pulang kampung ;) Kalau mau ke Sengkuang dari manapun (dari hotel tempat nginap, atau dari mall dsb) lebih baik naik ojek atau angkot. Karena tempatnya tidak dilalui angkot. 



 


Yang kedua, tempat makan. Saya rasa istilah “Anda bisa menemukan makanan apa saja dan dari mana saja di Batam” bisa digunakan di sini. Restoran Korea, Jepang, sampai India bisa ditemukan. Untuk citarasa asli Indonesia juga bisa ditemukan. Warung/restoran yang menyediakan makanan khas Jawa, Makassar, Medan, Padang dsb tersedia di sini. Untuk restoran luar, anda bisa menemukannya di daerah HAGOYA HILL. Salah satu pusat perbelanjaan di Batam. Untuk masakan Indonesia saya rasa anda bisa menemukannya di mana-mana karena ruko-ruko yang tersebar di sepanjang jalan Batam dan warung-warung kaki lima sangat menjamur di Batam. Untuk referensi saya biasanya makan di Warung Ayam Bakar Wong Semarang. Letakknya tidak jauh dari Pelabuhan International Batam. Makanannya khas jawa dan sangat enak. Biasanya di sini saya menikmati Tongseng Kambing dan Tahu Gimbal yang rasanya maknyuuss...

Oh iya, tidak lupa kalau di Batam tidak afdol rasanya kalau tidak makan seafood. Anda bisa menanyakan informasi mengenai tempat makan seafood yang enak kepada staf hotel/motel tempat anda menginap. Biar gampang, tanya saja jalan ke Tanjung Uma dan Tanjung Piayu. Di restoran dekat pantainya biasanya menyediakan seafood-seafood yang masih segar. Untuk di Tanjung Uma, biasanya penduduk lokalnya menjual hasil tangkapan di depan rumah mereka dengan harga murah. Ada yang sudah dibakar atau bisa dibeli mentah untuk diolah sendiri. 

Oh iya, untuk sedikit informasi, jika anda ke Batam jangan bingung kalau penjualnya menulis “Teh Obeng” di dalam menu. Teh obeng bukanlah minuman teh yang diolah aneh-aneh. Tapi hanya es teh biasa. Hanya saja orang di Batam lebih familiar dengan teh obeng daripada es teh.


Ketiga tempat oleh-oleh. Kebanyakan oleh-oleh di Batam adalah kek pisang atau kek buah naga. Toko yang paling terkenal menyediakan kedua oleh-oleh tersebut adalah kek Pisang Villa yang gerainya sudah menyebar di seluruh Batam, atau toko Kek Buah Naga Mutiara yang bisa anda temui stand-standnya di hampir seluruh mall di Batam. Selain itu kacang campur dan aneka kripik made in Batam juga bisa jadi andalan sebagai oleh-oleh. Mulai dari minimarket di dalam hotel, mini market kecil sampai swalayan besar seperti Carrefour dan Hypermart biasanya menyediakan aneka kripik tersebut. Untuk kaus dan gantungan kunci, anda bisa mencarinya di Top 100 Jodoh. Biasanya kaus Batam di jual seharga Rp. 20.000 an. Tapi kalau anda pintar menawar dan beli banyak, biasanya harganya bisa kurang. Kalau mau yang unik, pilihlah yang kausnya gambar Teh Obeng atau Jembatan Barelang.

Kemudian Jembatan Barelang. Jembatan Barelang ini menghubungkan tiga pulau. Yaitu Pulau Batam, Pulau Rempang dan Pulau Galang. Jika anda sampai di pulau terakhir, anda bisa menemukan wisata sejarah Camp Vietnam yang pada jaman dulu adalah tempat tinggal orang-orang Vietnam yang mengungsi akibat perang. Jika anda hanya di Jembatan Satu, anda bisa menikmati jagung bakar yang dijual pedagang kecil saat malam hari. Kalau siang, biasanya yang rajin dijual di sepanjang jembatan adalah udang goreng tepung atau kepiting goreng tepung yang cocok untuk dijadikan cemilan.
Nah untuk yang terakhir saya akan memberikan informasi mengenai pusat perbelanjaan murah dan pantai.
Jembatan Barelang



Untuk mantai saya merekomendasikan Batam View. Pantainya bersih dan indah. Cocok untuk yang mau renang atau foto-foto. Kalau anda kepengen menikmati olah raga air seperti Banana Boat dsb, anda bisa datang ke Pantai Mirota yang letaknya di Barelang.
Batam View


Untuk pusat perbelanjaan, anda bisa mengunjungi mall-mall seperti BCS, NAGOYA HILL, DC MALL atau MEGA MALL. Di tempat-tempat tersebut anda bisa belanja tas-tas dan baju-baju impor dengan harga murah meriah

Nagoya Hill

Nah , mungkin hanya sedikit tentang Batam yang bisa saya jelaskan kepada anda! Semoga berguna untuk anda... atau menarik anda untuk mendatangi kota Batam yang luar biasa ;)




note : postingan ini dilombakan di Lensa Paradigma Politeknik Negeri Batam ;)


Tuesday, November 27, 2012

Jadi Anak Pecinta Alam

Sebagai Mahasiswa baru, dengan semangat berangkat ke kampus yang masih tinggi, gue pun memutuskan untuk jadi aktivis! hehe maksudnya, gue ikut aktif-aktif gitu deh ikut organisasi-organisasi yang ada di kampus. Kalau ada acara yaa... gue kadang-kadang ikut nimbrung jadi panitia, walaupun kebiasaan gue pengennya jadi panitia yang nggak banyak kerja. Misalnya jadi anggota divisi dekorasi, karena kebetulan gue serem sama balon, ya kerjaan gue pas anak dekorasi kerja ya cuma duduk-duduk di pinggir panggung sambil gunting-guntingin kertas.

Salah satu organisasi yang gue ikutin di kampus itu adalah K-PAL alias Komunitas Pecinta Alam. Jadi isinya nih mahasiswa-mahasiswa yang (mengaku) mencintai alam semesta ini, suka kemping-kemping dan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan alam deh. Temen-temen, abang gue, dan bahkan gue sendiri terheran-heran kenapa gue bisa masuk K-PAL. Soalnya  gue suka nanem pohon? Nggak... Mantan anak pramuka? Nggak jugaa...  Takut hantu? Ini baru iya!

Makanya mereka semua heran, kesambet setan apakah gue akhirnya memutuskan untuk ikut-ikutan organisasi ini?

Tapi ya yang berlalu biarlah berlalu. Gue udah terlanjur isi formulir pendaftaran, beli tas gede buat kemping-kemping, beli sepatu sport dan wajan kecil buat masak Indomie, tanggung banget kan kalau mau mundurrr!

Akhirnya, sampailah gue dan para calon anggota baru K-PAL ini ke acara pengkaderan. Sebenernya gue bingung nih pengkaderan itu apaan. Yang jelas, calon anggota K-PAL, senior, dan alumni K-PAL kemping bareng di hutan. Tentunya, sebagai calon anggota baru, gue dan temen-temen gue harus terima-terima aja kalau dikerjain senior.

Jadi lokasi kemping pengkaderan ini adalah Hutan Sei Ladi. Hutan ini udah terkenal horornya, apalagi karena ada sungai Sei Ladi yang sering masuk koran karena sering jadi tempat pembuangan mayatlah, inilah, itulah, pokoknya gosipnya banyak banget deh kalau ngomongin makhluk halus. Awalnya sempet takut juga sih, apalagi pas dilokasi kami para calon anggota baru dibagi-bagi jadi beberapa tim yang masing-masing berisi 6 orang (2 cewek & 4 cowok). Nah setiap tim ini harus nyari jalan ke lokasi kemping dan petunjuknya cuma tali-tali kuning yang diiket di pohon-pohon setiap beberapa meter. Kalau siang sih, gue pasti hepi-hepi aja... tapi ini jam 7 malem baru mulai masuk hutan! Kebayaang kan seremnya?Apalagi Hutan Sei Ladi itu bukit-bukit yang medannya lumayan terjal dan habis hujan lagi!

Gue nggak tau ini sial apa enggak, tapi pimpinan kelompok gue, ternyata bisa tuh "ngelihat" yang halus-halus. Jadi di tempat-tempat tertentu dia bakalan ngangguk-ngangguk sendiri sambil bilang permisi. Gue di tengah-tengah barisan cuma bisa baca doa dalem hati, nggak berani komentar apa-apa karena pimpinan kelompok gue bilang kalau misalnya ada sesuatu yang aneh kalau denger suara-suara ketawa yang mencurigakan, nyium bau aneh atau ngeliat sesuatu yang serem-serem, kita nggak usah ngomong apa-apa apalagi sampai panik. Jadi, gue mencoba stay cool aja,

Nah di tengah pendakian, gue sempet tuh nemuin lokasi yang wangiii banget. Disana deh tuh gue mulai merinding-merinding, apalagi sempet ngedenger suara ketawa cewek yang suka nongol di TV. Yang katanya kalau suaranya jauh berarti dia deket sama kita kalau suaranya deket berarti dia jauh sama kita. Kebetulan, suara yang gue denger itu berasa jaauuh banget. Langsung aja deh gue baca-baca ayat-ayat Al-qur'an yang gue hapal dalem hati. Karena nggak tahan, gue tanya ke temen cewek satu tim gue. Dan dia bilang kalau dia juga denger! Amiin! Gue langsung hepi karena nggak cuma gue yang ngalamin hal horor ini.

Setelah tiga atau empat jam naik-turun bukit, akhirnya gue dan temen-temen gue sampai ke lokasi kemping. Di sana udah nunggu beberapa senior dan kemudian kami makan-makan malem.





Pas tim gue disuruh "unjuk bakat".Gue tuh yang pake jaket ijo. Kalau tau di mau di foto, nggak mungkin deh gue nggak ngadep kamera ;)

Tenda kecil untuk tidur 8 cewek


Walaupun suarasananya kadang-kadang horor, dingin di hutan itu nusuk banget gue bener-bener hepi deh! Soalnya ini pengalaman pertama gue bener-bener masuk ke hutan yang bener-bener hutan, yang sunyi, nggak ada suara kendaraannya sama sekali, yang pohonnya rapet-rapet dan tinggi-tinggi. Gue juga baru pertama kali lihat mata air beneran, minum air sungai karena nggak mungkin bawa-bawa air galon ke dalem hutan, masak pakai kayu, nyuci-nyuci di sungai dan sebagainya.

 
 




Monday, October 29, 2012

Kita Semua Pernah Alay?

Kemarin gue disibukkan dengan hardisk yang nggak sengaja ke format. Sambil nunggu proses recovering selesai, gue iseng-iseng buka facebook gue yang udah berdebu karena lama nggak di-update. Akhirnya karena nggak ada kerjaan, gue pun "menjelajahi" status-status lama gue.

Jadi, saat itu gue teringat akan kata-kata Raditya Dika yang bilang kalau Alay adalah salah satu proses menuju ke kedewasaan. Jadi lingkaran hidup manusia menurut Radit itu bukan bayi - anak kecil - remaja - dewasa - dan manula. Melainkan bayi - anak-anak - remaja - Alay - dewasa- manula.

Gue jadi penasaran... apakah gue (sedang) atau telah melewati fase ALAY itu? alias apakah dulunya gue alay? Perasaan gue sih... gue nggak pernah tuh nulis status pake bahasa g4oel E4n9 sOesHa dI b4cha!

Tapi ternyata....

Jeng! Jeng! Jeng!

TERNYATA GUE DULUNYA ALAAAY!!!

Waktu menemukan status-status alay itu, rasanya bumi bagai diguncang gempa bumi! Maluuuu banget gue baca status gue sendiri.  Dan alay itu nggak cuma nulis pake tulisan g3dE kEciL - g3dE k3cil, tapi banyak macamnya!

Jadi alay gue itu seperti....

1.  Bikin status nggak jelas tentang gebetan. Biasanya isinya nggak penting banget. Nggak bermutu dan bikin huek-huek sendiri.


 2. Sekali lagi bikin status yang nggak bermutu. Lebayyy.... dan diakhiri sama "ketawa setan" yang ya amppunn.... jijay deh...


3. Bikin status tanpa EYD yang benar. Misalnya banget berubah menjadi bgeD. 


4. Dan yang terakhir makin parah!!! Dengan tulisan gEdE k3cHil yang bikin sakit kepala!


 
Nah buat kalian semua, gue saranin coba deh cek dulu di wall kalian yang terhadulu itu... apakah dulunya kalian alay? Atau jangan-jangan saat ini masih dalam proses alay sebelum menjadi dewasa? ;)

Wednesday, August 22, 2012

Resensi Autumn In Paris by Ilana Tan


Auntumn In Paris

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Penulis : Ilana Tan.
Genre : Metropop


Buku ini mengisahkan Tara Dupont, wanita blasteran Indonesia-Perancis yang sangat menyukai musim gugur di paris dan merasa telah memiliki segalanya dalam hidupnya.

Ia hidup di Paris bersama ayahnya dan bekerja sebagai seorang penyiar di stasion radio yang cukup terkenal. Ia juga memiliki seorang kakak angkat berkebangsaan perancis yang sangat ia cintai. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Tatsuya Fujisawa, seorang arsitek yang sedang bekerja di Paris, teman dari kakak angkat Tara.
Tatsuya adalah seorang lelaki Jepang yang membenci musim gugur di Paris, namun pertemuannya dengan Tara mengubah pendiriannya tentang musim gugur di Paris. Ia menyukai musim gugur di Paris karena Tara.

Merekapun menjadi semakin dekat dan cocok tanpa disangka-sangka. Masa-masa indah mereka lalui bersama, berjalan-jalan ke tempat-tempat indah di Paris, melihat pemandangan kota Paris yang romantis.

Namun sayangnya, kekejaman takdir kehidupan membuat mereka berada dalam suatu dilemma. Sebuah kejadian telah membuka tirai masa lalu. Masa lalu mereka yang tidak dapat diubah, menghancurkan cinta mereka.

Novel ini merupakan seri kedua novel empat musim Ilana Tan setelah novel sebelumnya, Summer In Seoul. Keterkaitan novel ini dengan novel sebelumnya hanyalah status Tara Dupont yang merupakan sepupu dari Sandy, yang diceritakan di Summer In Seoul.

Novel ini mendapatkan cukup banyak pujian dari pencinta novel metropop karena alur ceritanya yang sulit ditebak dan penulis dapat menceritakan Paris yang merupakan settingnya dengan sangat detail dan membawa pembaca seolah benar-benar merasakan sendiri romantisme kota Paris. (yuni/xpresi)


Ps : Resensi ini gue buat tahun lalu dan diterbitkan di Batam Pos. Koran tempat gue magang jadi freelance jurnalis. hehe